Daerah ›› Lawatan Sejarah Nasional akan Digelar di Maluku

Lawatan Sejarah Nasional akan Digelar di Maluku

Ambon - Melemahnya rasa kebangsaan, rasa solidaritas, dan kurangnya perhatian untuk melestarikan benda-benda cagar budaya di kalangan generasi muda, mencemaskan banyak pihak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, agar tidak semakin parah, maka Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, akan menggelar Lawatan Sejarah Nasional di Maluku.

"Lawatan Sejarah Nasional akan digelar pada tanggal 25-29 Oktober mendatang," jelas Direktur Nilai Sejarah Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, HS Habri Aliaman kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (24/3).

Dikatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya akan melibatkan ratusan anak SLTP dari 33 provinsi se-Indonesia untuk melawat ke lokasi-lokasi bersejarah di Maluku. lawatan sejarah yang akan dilakukan tersebut merupakan momentum yang sangat baik untuk merajut simpul-simpul kesejarahan, merajut ingatan kolektif bangsa melalui penanaman nilai-nilai sejarah yang ada hingga kini.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Masyarakat Sejahrawan (MSI) Cabang Ambon, Mon Mailissa kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme pemuda Indonesia terhadap nilai-nilai sejarah yang dimiliki.

"Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan rasa nasionalisme dengan menjunjung tinggi semua tempat sejarah yang ada," kata Mailissa.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan titik awal dari proses peningkatan kesadaran sejarah bagi kaum muda dan pelajar di seluruh Indonesia, yang selanjutnya, dapat digunakan untuk mempelajari dan memahami arti Indonesia sebagai tanah air dan bangsa yang berdaulat.

Untuk mempelajari sejarah kata dia, diperlukan kemasan seperti lawatan ke situs, bangunan, monumen bersejarah dan sumber dokumen, termasuk pelaku dan saksi sejarah lokal.

"Adanya Lawatan Sejarah Nasional, sebuah perkembangan yang bagus dan menggembirakan dalam pembelajaran sejarah. Mempelajari sejarah bukan hanya menyenangkan, sebab melalui pengalaman pesona lawatan eksotik melainkan juga melahirkan sikap kritis dan mewujudkan perasaan suatu komunitas dan perasaan suatu identitas," jelasnya. (S-35)



Berita Terkait


Ambon