Ambon - Sebuah ledakan keras yang terjadi di tepi pantai Tanah Lapang Kecil (Talake) membuat terkejut masyarakat di Kota Ambon dan sekitarnya pada pukul 09.10 Wit.
Ledakan tersebut berasal dari kapal LCT CITA XII yang sementara docking di PT Dok Wayame dan membuatnya nyaris ludes dilalap api. Selain itu, ledakan ini juga mengakibatkan Welem Riupassa (40 th) karyawan PT Dok Wayame yang sedang melakukan pengelasan diatas kapal tersebut luka parah.
Informasi yang dihimpun Siwalima di Tempat Kejadian Perkara (TKP) terungkap akibat ledakan tersebut membuat Riupassa yang saat itu sementara melakukan pengelasan di sisi kanan kapal terlempar sekitar 10 meter dan tercebur kelaut dengan sekujur tubuh tersembur api akibat ledakan tersebut.
Korban sendiri langsung dievakuasi oleh rekan-rekannya yang saat itu sama-sama bekerja memperbaiki kapal tersebut ke Rumah Sakit Tentara (RST) Dr Latumeten.
Sumber Siwalima di RST Dr Latumeten menjelaskan luka yang diderita Riupassa yaitu luka robek di daerah pantat sebelah kanan sepanjang sepuluh senti meter, patah tulang paha kanan dan luka robek sekitar tiga cm pada belakang kepala korban.
Saat itu, sejumlah dua belas orang termasuk dengan Anak Buah Kapal (ABK) sedang bekerja memperbaiki kapal tersebut.
Kapolda Maluku Brigjen Polisi Totoy Herawan Indra kepada wartawan usai mengikuti peresmian rumah pintar di Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease mengatakan diduga kejadian tersebut merupakan kecelakaan kerja saat dilakukan perbaikan di atas LCT tersebut.
"Untuk sementara diduga, kecelakaan itu dari para pekerja yang melaksanakan pekerjaan perbaikan kapal LCT tersebut," katanya.
Dijelaskan, peristiwa ledakan tersebut saat ini sementara dalam proses penyelidikan dan nantinya akan dilakukan olah TKP.
Sementara itu, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Didik A Widjanarko menjelaskan untuk sementara ledakan tersebut diduga berasal dari tabung elpiji yang tersambar percikan api pengelasan.
"Diduga percikannya menyambar tabung elpiji atau oksigen yang ada disitu sehingga meledak," jelasnya.
Dikatakan juga, akibat ledakan tersebut kemudian membuat kobaran api karena saat itu juga Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar yang berada di tangki BBM juga ikut tumpah ke laut.
Api sempat membakar area lambung kanan LCT tersebut selama beberapa waktu lamanya.
Beberapa waktu setelah ledakan, tampak sejumlah anggota Polres P Ambon dan Pp Lease langsung memasang police line sebagai tanda untuk masyarakat agar tidak melintas di areal tersebut.
Sekitar pukul 09.50 tampak sebuah kapal tugboat Klasefet milik PT Pelindo datang merapat ke LCT CITA XII dan langsung menyemburkan air untuk memadamkan api.
Sekitar setengah jam kemudian tampak api dapat dikuasai dan kerusakan yang lebih parah dapat dihindarkan.
Beberapa warga yang bertempat tinggal di sekitar daerah ledakan juga mengatakan semburan material saat ledakan itu juga sempat menghujani atap rumah mereka.
"Liat itu, dia punya splinter (pecahan-red) juga jatuh ke atap rumah kami," kata warga.
Ledakan itu juga sempat memancing kerumunan ratusan warga yang datang didaerah sekitar pantai tempat kapal tersebut terbakar. (S-28)