Budaya ›› Maluku Harus Jadi Contoh Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama

Maluku Harus Jadi Contoh Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama

Ambon - Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Suharman Hidayat menilai, di tahun 2012 mendatang pemerintah pusat harus menjadikan Provinsi Maluku sebagai daerah percontohan keru­kunan hidup antar umat beragama.

“Pemerintah pusat harus menja­dikan Provinsi Maluku sebagai dae­rah percontohan kerukunan umat beragama karena kehidupan ber­agama di daerah ini penuh dengan pluralisme,” ungkap Suharman saat pertemuan tim Komisi VIII DPR dengan Pemerintah Provinsi (Pem­prov) Maluku, yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (27/12).

Dikatakan, kehidupan pluralisme ini perlu ditanamkan dalah kehidup­an umat beragama di Maluku apa­lagi dengan berbagai pengalaman yang dimiliki dalam menjalin ke­hidupan kebersamaan antar umat beragama dan ini yang harus men­jadi model bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia.

“Kami akan memberikan dukung­an bagi pemerintah pusat agar dapat menjadikan Maluku sebagai daerah percontohan kerukunan antar umat beragama sehingga patut dicontohi oleh provinsi lainnya,” katanya.

Suharman juga memberikan duku­ngan bagi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXIV/2012 yang akan berlangsung di Ambon pada bulan Juni 2012 mendatang.

“Selain dukungan spiritual namun kita juga akan memberikan duku­ngan politis agar pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional tahun 2012 men­datang dapat berlangsung dengan sukses, apalagi pelaksanaan MTQ ini merupakan dambaan dari ma­syarakat di Provinsi Maluku,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kunjungan kerja yang dilakukan pihaknya pada masa reses ini berujuan untuk mendapat­kan masukan dan informasi yang kongkrit terkait dengan bidang-bidang tugas dari Komisi VIII DPR yang mencakup bidang keagamaan, sosial, pemberdayaan perempuan dan anak, Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB) serta Badan Amal dan Zakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Said Assagaff mengatakan, agama merupakan investasi penting bagi peningkatan kehidupan kerukunan beragama di Maluku karena itu pembangunan di bidang agama merupakan agenda penting bagi pemerintah daerah.

“Kerukunan umat beragama merupakan upaya untuk mendu­kung harmonisasi antar umat beragama, sehingga dimensi pemba­ngunan agama sangat penting,” ujarnya.

Dijelaskan, Pemprov Maluku mendorong peningkatan jumlah sarana prasarana ibadah yang hingga tahun 2008 jumlah Masjid tercatat sebanyak 1.028 buah, Gereja Kristen Protestan 792 buah Gereja Katolik 242 buah, Pura 14 buah dan Wihara lima buah.

Selain itu, tambah Assagaff, untuk mendukung pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional XXIV/2012 mendatang, maka telah dibangun sejumlah infrastruktur berupa Rehabilitasi Mesjid Al-Fatah, Pembangunan Islamic Centre serta Pembangunan Tribun Lapangan Merdeka yang ditargetkan akan dirampung pada akhir Januari 2012 mendatang. (S-16)



Berita Terkait


Ambon