Politik ›› Masyarakat Diminta tak Terprovokasi Masalah Pilkada

Masyarakat Diminta tak Terprovokasi Masalah Pilkada

Ambon - Masyarakat Maluku sebaiknya menahan diri dan tidak terprovokasi terhadap masalah Pilkada Maluku yang saat ini sedang berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini disampaikan salah satu fungsionaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sharif Hehanusa.

“Jika masyarakat tidak bisa menahan diri dan terprovokasi dengan berbagai isu yang berkembang saat ini, saya kuatir Pilkada Maluku akan terkatung-katung,” jelas Hehanusa.

Hehanusa mengatakan, jika dalam tahun 2013 ini proses pilkada Maluku tidak bisa diselesaikan, maka secara otomatis akan dilaksanakan di tahun 2015 akan datang.

“Jika itu terjadi, otomatis seluruh masyarakat Maluku sangat dirugikan, dan Maluku akan dipimpin oleh seorang caretaker,” jelas Hehanusa.

Hehanusa sangat berharap, semua pihak khususnya para elit politik maupun pemerintah daerah baik provinsi serta kabupaten/kota,  sama-sama melihat persoalan ini secara bijak dan arif.

“Hendaknya semua pihak terutama bagi elit politik di Maluku jangan mementingkan kepentingan kelompok,” harapnya.

Hehanusa menjelaskan, jika di tahun 2014 Provinsi Maluku dipimpin oleh seorang caretaker gubernur Maluku, dikuatirkan proses pembangunan tidak berjalan secara maksimal.

Ia meminta, seluruh masyarakat Maluku bersama elit politik hendaknya memikirkan masa depan Maluku.

“Nasib Maluku kedepan ada ditangan masyarakatnya sendiri. Saya kuatir akan terjadi kekosongan kepala daerah, maka akan berdampak pada proses pemerintahan nantinya,” ujarnya. (S-24)



Berita Terkait


Ambon