Daerah ›› Orno: Lulusan SMAN 1 Pulau Terselatan Harus Cerdas

Orno: Lulusan SMAN 1 Pulau Terselatan Harus Cerdas

Ambon - Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno memintakan, lulusan SMA

Negeri 1 Pulau-pulau Terselatan di Wonreli, bukan hanya pandai, tetapi harus menjadi anak-anak yang cerdas, beriman dan berbudaya.

"Tidak perlu mengejar lulusan, tapi bagaimana siswa itu siap pakai di pasar kerja. Selain itu, mereka harus cerdas, beriman dan berbudaya, karena apa guna pintar, tapi tak beriman dan berbudaya," tandas Orno, saat perayaan HUT ke-27 SMA Negeri 1 Pulau-pulau Terselatan, sebagaimana rilis yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Humas MBD, Pey Mana­ha kepada Siwalima, Kamis (10/11).

Menurutnya, sangat berbahaya jika guru-guru hanya mengejar tingkat  kelulusan 100 persen, sementara dalam kenyataan siswa-siswi tersebut tak laku di pasar kerja.

"Yang utama siswa-siswa yang diajarkan itu mengejar ilmu dan keterampilan, sehingga kelak ketika lulus bisa berguna di pasar kerja," papar mantan Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat periode 2006-2011 ini.

Sebagai bentuk kepedulian Pemkab terhadap almamater ter­sebut, Orno atas nama Pemkab MBD berjanji, akan menambah 12 unit kom­puter guna melenggkapi delap­an unit komputer lain yang telah dimiliki SMA Negeri 1 Pulau-pulau Terselatan.

"Jadi kalau bisa ada kursus-kursus, dan diberikan sertifikat agar mereka disiapkan ke dunia kerja,"pintanya.

Dalam pandangan Orno, lebih pantas sekolah diberikan otonomisasi pendidikan, sehingga bisa menye­lenggarakan pendidikan tanpa campur tangan lebih dari dinas terkait.

"Misalnya kalau soal belanja Alat Tulis Kantor (ATK), biasanya dinas yang serahkan, tapi Kepala Sekolah (Kepsek) yang buat pertanggungjawaban. Padahal kepsek hanya menerima anggarannya. Begitupun dengan dana BOS, sebaiknya dise­rahkan langsung ke kecamatan, sehingga kepsek tak perlu lagi datang dan buang-buang anggaran di ibu kota kabupaten," ungkap mantan Camat Babar Timur ini.

Untuk mengatasi masalah minim­nya guru-guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan Fisika, lanjut Orno, perlu ditempuh kebijakan silang.

Orno mencontohkan, jika guru-guru Matematika menumpuk di Kisar, sementara di Tepa masih kekurangan guru mata pelajaran terkait, dibuat kebijakan agar guru-guru di Kisar bisa mengajar matematika di sekolah di Tepa. Begitupun di kecamatan-kecamatan yang lain.  

Orno menjabarkan, aspek ter­penting dari pembangunan MBD ke depan adalah penataan dan pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan. Dua leading sektor ini menjadi program prioritas dalam mengejar ketertinggalan pembangunan dengan kabupaten/kota lain di Indonesia. (S-34)



Berita Terkait


Ambon