Ambon - Pasar yang dibangun di Desa Nania Kecamatan Baguala tak difungsikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam waktu dekat akan memanggil Kades Nania.
Pantauan Siwalima, akhir pekan kemarin, pasar yang dibangun pasca konflik sosial yang berlangsung di daerah ini, hanya ditempati dua pedagang. Padahal lokasinya sangat luas dan mampu menampung puluhan pedagang. Akibat tak ditempati, pasar itu terlihat sangat kotor karena tak terurus.
Ny Ratna, salah satu warga Desa Nania yang sehari-hari berjualan sayur di pasar tersebut mengatakan ketika diresmikan Walikota Ambon MJ Papilaja tahun 2008 lalu, banyak pedagang yang menempati. Dirinya mengaku tak mengetahui alasan hingga rekan-rekan lainnya enggan berjualan. Sayangnya, dirinya tak menyinggung kisaran pendapatan yang diperoleh tiap hari karena bisa saja disebabkan karena sepi pembeli.
"Saya tidak tahu, mengapa sampai pedagang yang lain tidak lagi menempati pasar ini," ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Kota (Kadispenkot) Ambon Rudy Watilette yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin, mengaku kaget.
"Ketika pasar tersebut diresmikan, sudah ada kesepakatan bersama pemerintah desa setempat agar pasar tersebut bisa ditempati oleh pedagang di desa tersebut maupun disekitarnya," ungkapnya.
Kata dia, pasar tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan perjanjian ketika dioperasikan akan ditarik retribusi oleh pemerintah desa dalam jangka waktu selama lima tahun untuk diserahkan kepada masyarakat yang berpartisipasi membangunnya.
"Jika saat ini, pasar tersebut tidak berfungsi selayaknya pasar-pasar yang lain maka bagaimana retribusi dapat ditarik," ujarnya.
Oleh sebab itu, dalam waktu dekat KadesDesa Nania akan dipanggil guna dimintai keterangan.
"Saya akan panggil kepala desanya dan menanyakan kenapa sampai pasar itu hanya ditempati oleh dua hingga tiga pedagang saja," tandasnya. (S-16)