Pemerintahan ›› Patung Pahlawan Nasional Leimena Diresmikan

Patung Pahlawan Nasional Leimena Diresmikan

SETELAH tertunda sehari, akhirnya Presiden SBY meresmikan Patung Pahlawan Nasional Johan­nes Leimena di Desa Poka, Keca­matan Teluk Ambon, Kota Ambon, Sabtu (9/6).

SBY seharusnya meresmikan patung tersebut, Jumat (8/6), na­mun karena pesawat yang ditum­panginya tidak dapat mendarat di Bandara Pattimura-Ambon sesuai jadwal yang direncanakan semula sehingga protokol kepresiden me­nunda acara peresmian di keesokan harinya.

Agenda peresmian Patung Pah­la­wan Nasional Johannes Leimena yang seharusnya menjadi acara pertama SBY di Ambon akhirnya berubah menjadi acara terakhir sebelum SBY meninggalkan Ambon menuju Denpassar-Bali untuk membuka Pesta Kesenian Bali.

SBY yang menggunakan busana didominasi warna coklat bersama ibu negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri terkait tiba di lokasi peresmian pada pukul 09.00 WIT.

Peresmian tersebut ditandai de­ngan penekanan tombol sirene oleh SBY didampingi Gubernur Maluku, KA Ralahalu dan putri Johannes Leimena, Melanie Leimena yang juga Wakil Ketua MPR.

SBY saat peresmian tersebut me­ngatakan figur Johannes Leimena selama hidupnya telah menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, loyalitas serta semangat juang de­ngan pengorbanan tanpa pamrih bagi bangsa dan negara.

“Sebagai pejuang kemerdekaan, Leimena tidak hanya aktif dalam organisasi kepemudaan tetapi juga mengabdikan dirinya sebagai dokter  yang terjun langsung ke medan juang,” katanya

Menurutnya, Leimena telah me­wariskan semangat juang yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah sejak zaman pergerakan revolusi hingga zaman kemerdekaan.

“Kita mengenal Leimena sebagai tokoh pejuang dan pergerakan ke­mer­dekaan republik Indonesia serta ne­garawan yang religius,” ungkap­nya.

Sementara itu, Gubernur Maluku, KA Ralahalu pada kesempatan tersebut menjelaskan kehadiran patung di kawasan ini menunjukkan sudah saatnya Fakultas Kedokteran dibangun di Unpatti dan kiranya mendapat perhatian Pemerintah Pusat demi pengembangannya.

“Para dokter anak Negeri Maluku yang mendedikasikan hidupnya demi Indonesia terlampau banyak. Selain Johannes Leimena ada pula dok­ter Siwabessy, dokter W Tehu­pei­jory, dokter JB Sitanala dan dok­ter M Haulussy. Mereka telah men­jadi ikon rumah sakit-rumah sakit di Indonesia dan di Maluku sebab itu rumah sakit pendidikan Unpatti ti­daklah berlebihan jika dinamai Rumah Sakit Dokter Johannes Lei­mena. Kami berharap Presiden SBY berkenaan untuk membantu upaya pembangunannya,” jelasnya.

Ralahalu mengaku sikap Johan­nes Leimena menjadi inspirasi bagi rekan-rekan lainnya, tidak meman­dang agama apapun dalam langkah juangnya.

“Sejak mahasiswa, ia merupakan salah satu tokoh gerakan oikumene gereja-gereja di Indonesia, yang se­lalu menggugah gereja-gereja untuk berperan secara aktif dalam kehi­dupan berbangsa. Di dalam konste­lasi pemikiran berbangsa, Johannes Leimena bahkan menolak keinginan sebagian orang untuk membubarkan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI). Jadi jika kini kelompok Cipayung terus mengaktakan keber­samaan mereka dalam perjuangan kemahasiswaan Indonesia, titik awal sejarahnya tidak dapat melepaskan jasa seorang Johannes Leimena,” ungkapnya.

Sebelumnya, salah satu ahli waris Pahlawan Nasional Johannes Lei­mena, Meilany Leimena mengatakan dengan adanya prakarsa, peren­ca­naan dan pembangunan patung pahla­wan nasional Johannes Lei­mena yang telah dilakukan oleh Gubernur Maluku beserta jajaran­nya di dukung oleh DPRD Provinsi Maluku, DPR RI, DPD RI dalam gagasannya sebagai sebuah keba­ng­gaan daerah terhadap jasa Johan­nes Leimena sebagai pahlawan na­sional sebagaimana yang diku­kuhkan oleh Presiden SBY pada tahun 2010 lalu.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai ahli waris maupun keluarga besar merasa tersanjung, terhormat dan sangat bangga sehingga kami mengucapkan terima kasih yang se­besar-besarnya terhadap penghor­matan bagi Johannes Leimena,” ujarnya.

Dirinya yakin dengan keberadaan patung Johannes Leimena ini secara tidak langsung menjadi inspirasi bagi masyarakat Maluku lainnya dalam mengisi dan mempertahankan kemer­dekaan bahkan juga menjadi teladan bagi generasi muda masa kini. (S-16)



Berita Terkait


Ambon