Politik ›› PDIP Maluku Utus Barends Jadi Bupati Aru

PDIP Maluku Utus Barends Jadi Bupati Aru

Ambon - Setelah mempelajari dan mengevaluasi hasil penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setempat, maka DPD PDIP Maluku mengutus anggota DPRD Maluku, Mercy Barends sebagai calon bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) yang akan berlangsung bulan Juli mendatang.

"Setelah melakukan rapat DPD PDIP Maluku pada 9 Maret 2010 di Sekretariat DPD PDIP Maluku, maka telah diputuskan untuk menugaskan anggota DPRD Maluku, Mercy Barends sebagai calon Bupati Kepulauan Aru dari PDIP, "jelas Sekretaris DPD PDIP Maluku, Lucky Wattimury kepada Siwalima, melalui telepon selularnya, Kamis (11/3).

Wattimury menjelaskan, dalam hasil penjaringan yang dilakukan DPC PDIP Kabupaten Kepulauan Aru ternyata tidak ada calon satupun yang berasal dari internal partai, baik itu bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati.

Kondisi tersebut, lanjut Wattimury, tentu saja tidak akan menguntungkan partai dalam pengembangan perannya bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru. Untuk itu, setelah melihat dengan objektif, apa yang harus dikerjakan oleh PDIP dalam posisi memperebutkan calon Bupati Kepulauan Aru. maka pada rapat DPD PDIP Maluku, 9 Maret 2010 kemarin, telah memutuskan menugaskan Mercy Barends sebagai calon Bupati Kepulauan Aru.

Dikatakan, nama Mercy Barends akan dimasukkan dalam nominasi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Aru untuk disampaikan kepada DPP, yang selanjutnya akan diproses sesuai dengan aturan dan ketentuan partai.

Diusulkan Barends, katanya, karena Barends dianggap memiliki kemampuan meletakan tugas-tugas pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Aru. Pasalnya,
pada tahun 2005 lalu, Barends pernah mencalonkan diri sebagai calon Bupati. Selain itu, Barends pula telah menjabat selama dua periode sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah Kepulauan Aru, sehingga Barends kenal betul dengan kondisi masyarakat di Kepulauan Aru.

Sedangkan untuk Wakil Bupati, PDIP Maluku akan membicarakannya kemudian, sebab PDIP hanya memiliki dua kursi,sehingga perlu memerlukan partai lain untuk dapat mencapai syarat yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.

"Untuk memenuhi syarat agar bisa mencalonkan calon Bupati dan Wakil Bupati di Kepulauan Aru minimal harus memiliki 3 kursi di DPRD Kepulauan Aru. Olehnya itu, dengan posisi PDIP di Aru yang hanya memiliki 2 kursi, maka PDIP harus mencari satu kursi lagi, maka PDIP akan melakukan koalisi dengan partai lain," tuturnya. (mg-4)



Berita Terkait


Ambon