Ambon - Kondisi keamanan di Negeri Ullath dan Siri Sori Amalatu, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku (Malteng) telah kondusif.
Pihak kepolisian juga telah mengantongi indentitas pelaku pemotongan anggota Polsek Saparua, Alence Yohanis pada Rabu (25/1) lalu, yang memicu ketegangan antara warga Negeri Ullath-Siri Sori Amalatu.
“Pelaku pemotongan terhadap anggota Polsek Saparua, Alence Yohanis itu identitasnya sudah kita ketahui, inisialnya AO,” ujar Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Suharwiyono kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Jumat (27/1).
Namun AO belum berhasil ditangkap. Hingga kemarin, aparat kepolisian terus melakukan penyisiran di daerah hutan.
“Tersangka masih dalam pengejaran di hutan,” ungkap Suharwiyono.
Identitas pelaku pemotongan terungkap, setelah polisi menginterogasi Raja Negeri Siri Sori Amalatu, Butje Oktolseya dan dua orang warganya.
“Ada tiga orang yang sudah diinterogasi, yakni Bapak Raja Siri Sori Amalatu dan warga,” jelas Suharwiyono.
Lebih lanjut Suharwiyono mengatakan, berkat kerja sama aparat keamanan dan masyarakat, kini situasi di Siri Sori Amalatu dan Ullath telah aman.
“Atas dukungan semua pihak, kini situasi disana sudah terkendali,” katanya.
Sebelumnya Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Kombes Polisi Herry Prastowo mengungkapkan, pelaku pemotongan Anggota Polsek Saparua, Alence Yohanis melarikan diri ke hutan dan memiliki senjata api.
“Karena larinya ke hutan, pelaku kita masih kejar, tapi dia itu bersenjata,” ujarnya kepada wartawan usai mengikuti acara silaturahmi dan tatap muka insan pers Maluku dengan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution di Lantai III Hotel Amans, Kamis (26/1). (S-35)