Kriminal ›› Pembunuhan Ibu Hamil Masih Diselidiki Polisi

Pembunuhan Ibu Hamil Masih Diselidiki Polisi

Ambon - Walaupun sudah satu bulan lebih terjadi peristiwa pembunuhan sadis yang merenggut nyawa Lamaria Tampubolon (34), karyawan Toko Perhiasan Victoria yang dalam kondisi hamil delapan bulan lebih, namun hingga kini pihak Polres Pulau Ambon dan PP Lease masih juga belum bisa mengungkap kasus ini.

Kapolres Pulau Ambon dan PP Lease, AKBP Didik Agung Widjanarko yang dikonfirmasi mengaku, pihaknya tetap serius untuk menyelidiki kasus ini.

"Untuk kasus pembunuhan di Toko Mas Victoria sampai saat ini kita masih betul-betul serius untuk melakukan penyelidikan," ujarnya kepada wartawan Jumat (13/11) di Mapolres Pulau Ambon dan PP Lease.

Ia menegaskan, jajarannya tidak akan berhenti bekerja untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis ini.

"Tidak akan berhenti. Sampai saat ini saya berani katakan bahwa kita masih serius untuk berupaya mengungkap pelakunya," tegasnya.

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya ini mengharapkan agar adanya dukungan dari masyarakat terhadap jajarannya dalam upaya mengungkap kasus ini, terutama dengan berani memberikan keterangan kepada pihak polisi jika memang mengetahui peristiwa itu.

"Kita masih cari saksi, kita harus masih menggali agar keterangan tidak terputus," terangnya.
Saat ini, pihaknya belum berani untuk menyatakan bahwa telah ada yang mengarah kepada tersangka.

"Kita masih berupaya mencari sesuai dengan fakta hukum yang menunjukan pelaku. Jadi kita belum berani katakan telah mengarah ke tersangka," katanya.

Mengenai tahap penyelidikan yang sementara dilakukan, Kapolres menyatakan lebih baik ditanyakan ke Kasatserse Polres Pulau Ambon dan PP Lease AKP Andreas Dedy Wijaya.

"Mengenai sudah sampai dimana proses penyelidikan ini serta jumlah saksi yang telah diperiksa, ditanya saja ke Kasatserse jumlahnya berapa," tandasnya.

Untuk diketahui, peristiwa sadis yang merenggut nyawa ibu seorang anak ini, terjadi Sabtu (26/9) sekitar pukul 08.00 Wit di Toko Perhiasan Victoria yang berada dalam kompleks Kodim 1504 Pulau Ambon dan PP Lease di Jalan DI Panjaitan.

Korban dibacok pelaku dengan sebilah parang pada bagian leher belakang hingga depan dan membuat korban tewas seketika.

Informasi yang dihimpun Siwalima di TKP peristiwa pembunuhan itu baru diketahui sekitar pukul 10.00 Wit, ketika pemilik Toko Perhiasan Victoria, Joyce Magdalena Tampubolon/Panjaitan hendak melihat keadaan tokonya.

Ia heran melihat tokonya hingga jam sepuluh belum juga dibuka. Penasaran, ia lalu membuka pintu tokonya yang ternyata tidak terkunci. Alangkah kaget ketika melihat karyawannya yang juga masih keluarganya itu tergeletak bersimbah darah di dalam toko.

Ia kemudian berlari keluar untuk meminta pertolongan. Kebetulan saat itu melintas seorang anggota polisi. Joyce kemudian meminta pertolongan kepada anggota tersebut.

Anggota polisi itu kemudian menghubungi rekannya di Polres Pulau Ambon dan PP Lease.
Tak lama kemudian berdatangan anggota Polres dan langsung memasang police line di sekitar TKP dan melakukan olah TKP.

Dalam olah TKP itu juga ditemukan beberapa perhiasan yang berceceran di sekitar lokasi kejadian. Ada butiran-butiran mutiara yang ditemukan berceceran di taman depan toko.

Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr Latumeten untuk divisum, dr Austin yang ada di Unit Gawat Darurat (UGD) menjelaskan, berdasarkan hasil visum tersebut, terdapat luka di sekitar leher bagian belakang ke depan sepanjang kurang lebih 25 cm, akibat sabetan benda tajam.

Ia juga menjelaskan, yang membuat korban tewas seketika karena urat Arteri Carotis di bagian leher terputus.

"Dengan putusnya Arteri Carotis akan terjadi perdarahan hebat dan membuat korban cepat kehilangan darah. Dan ini jika tidak segera ditolong, maka dalam waktu paling lama lima menit saja korban akan tewas," terangnya.

Selain itu, terdapat luka sayatan di telapak tangan kiri korban. Diduga luka itu terjadi karena korban mencoba menangkis tebasan benda tajam yang mengarah ke lehernya.

Janin yang berada dalam perut korban juga tidak mampu ditolong dan meninggal.

Peristiwa tersebut berawal saat korban, seperti biasanya diantar suaminya ke tempat kerja hampir jam 08.00 Wit. Setelah korban turun, sang suami langsung pergi meninggalkan korban hingga diketahui korban meninggal setelah pemilik toko datang.

Korban meninggalkan seorang suami dan satu orang anak perempuan yang baru berumur tiga tahun. (S-28)



Berita Terkait


Ambon