Daerah ›› Pemuda Aru Bersatu Sasi Adat Kantor Dishut & DPRD Demo Tolak PT Menara Group

Pemuda Aru Bersatu Sasi Adat Kantor Dishut & DPRD


Dobo - Puluhan Pemuda Aru Bersatu, Selasa (17/9) melakukan demonstrasi di Kantor Dinas Kehutanan (Dishut)  dan DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, dengan  menolak kehadiran PT  Menara Group untuk melakukan eksplorasi hutan secara besar-besaran Pulau Tarangan, Kecamatan Aru Selatan.

Pantauan Siwalima, saat men­datangi Kantor Dishut Aru, puluhan pemuda yang dipimpin oleh koor­dinatorlapangan (korlap) Mikael Ganobal dan Judin Agujir tersebut menjadi kecewa, karena tujuan untuk bertemu dengan Kadishut Maya Sariman tidak berada di tempat.

Karena kecewa, alhasilnya para pendemo ini melakukan sasi dengan cara mamalang pintu kantor tersebut. Rencana sasi adat ini sempat dilarang oleh aparat Polres Aru yang dipimpin langsung oleh Kapolres Aru, AKBP Moh. Roem Ohoirat namun karena koordinasi yang baik dengan pendemo, akhirnya sasi adat tersebut dilakukan dengan tertib dan aman.

Setelah puas melakukan saksi adat tersebut, puluhan pendemo ini kemudian melanjutkan perjalanan ke Kantor DPRD Aru dan melakukan sasi adat yang sama di kantor rakyat tersebut, karena tak ada satupun anggota dewan yang hadir.

Mereka mengancam tidak akan membuka sasi tersebut, setelah pimpinan dan anggota DPRD Aru maupun pimpinan Dishut memberi­kan penjelasan kepada mereka.

Koordinator Lapangan Mikael Ganobal dalam orasinya menga­takan, penolakan terhadap PT Menara Group tersebut sangat mendasar, jika perusahan tersebut melakukan aktivitasnya di Pulau Tarangan maka akan berdampak negatif kepada masyarakat sekitar.

Dikatakan, kehadiran PT. Menara Group di Aru dengan tujuan me­lakukan eksplorasi hutan besar-besaran guna dijadikan lahan perkebunan tebu yang luasnya kurang lebih 50 hingga 60 hektar lebih.

Jika demikian, lanjutnya, maka masyarakat di pulau tersebut tidak akan bisa berbuat banyak untuk berkebun maupaun lainnya, karena seluruh lahan sudah dikuasai oleh PT Menara Group.

Para pendemo ini mintakan, agar pihak Distanhut yang selama ini melakukan sosialisasi agar dihen­tikan, begitu juga kelompok-kelom­pok tertentu yang selama ini meng­atasnamakan daerah demi kepen­tingan sendiri, dengan melaksana­kan aksi sosialisasi ke masyarakat di Pulau Tarangan.

“Kita semua menginginkan yang terbaik bagi Aru, namun bila ada yang datang guna menghancurkan ekosistem yang ada, berupa pe­lestarian burung cenderawasi dan sejumlah hewan lainnya, dan juga tumbuh-tumbuhan yang dilestari­kan, maka sebagai pemuda Aru kita dengan tegas menolaknya,” tegas­nya. (S-25)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon