Visi ›› Penanggulangan Bencana Banjir

Penanggulangan Bencana Banjir

Provinsi Maluku senantiasa dirundung berbagai bencana alam. Bencana datang silih berganti. Seakan tiada hentinya negeri ini terus bergoyang akibat gunung dan buminya mengalami pergerakan yang meluluh-lantakkan benda di sekelilingnya.

Terakhir akibat hujan deras disertai angin kencang Senin (4/3) malam, mengakibatkan satu desa dan dua Dusun di Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)  diterjang banjir dan membuat  masyarakat harus mengungsi. Lokasi bencana yakni Desa Loky serta Dusun Olas dan Dusun Nasiri Desa Luhu Kecamatan Huamual.

Korban material belasan rumah penduduk di kedua dusun tersebut mengalami rusak ringan dan rusak berat akibat luapan air sungai masuk ke rumah penduduk setinggi lutut orang dewasa serta di masuki luapan lumpur sehingga membuat warga harus mengungsi ke tempat yang aman.  Akibat banjir, warga memilih mengungsi ke tempat yang aman, karena takut akan terjadi banjir susulan.

Dusun Nasiri, Desa Luhu bahkan sebelumnya pada tanggal 1 Agustus 2012 lalu juga terkena bencana alam berupa banjir bandang, dimana puluhan rumah juga rusak akibat tersapu banjir. 

Tampaknya bencana akan terus menghampiri, karena Provinsi Maluku memiliki geografis dan geologis yang potensial terkena bencana alam. Bencana berdampak terhadap keberlangsungan hidup masyarakat. Tak hanya kerusakan dan kehilangan harta benda, korban jiwapun berjatuhan.

Memang bencana tidak ada yang tahu kapan datangnya. Kita hanya mampu berusaha dan terus berusaha.  Namun dalam menghadapi bencana, selayaknya kita bahu-membahu membantu saudara kita, agar mereka dapat melanjutkan hidup dan kehidupannya yang telah ditimpa musibah ini. Caranya adalah dengan memberikan bantuan moril dan materil.

Bencana telah terjadi, hal yang terpenting adalah penanganan pasca bencana, yaitu mulai dari penanganan korban tewas dan luka, penanganan pengungsi serta pengumpulan dan koordinasi penyaluran bantuan.

Olehnya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBB untuk memberikan perhatian guna menormalisasi sungai Naviri.

Kondisi sungai Nasiri harus menjadi perhatian serius untuk dinormalisasi karena saat musim hujan rawan terjadi banjir. Semoga dengan bencana banjir yang terus melanda Dusun Nasiri di awal bulan Maret 2013 ini diharapkan ada perhatian dari pemerintah daerah untuk menormalisasi sungai.

Jangan biarkan warga di kawasan-kaawasan merasakan duka ini tanpa bantuan kita. Apapun ceritanya, mereka adalah bagian dari kita. Mereka butuh kita dan sudah selayaknya pula menjadi perhatian bersama. (*)



Berita Terkait


Ambon