Pendidikan ›› Pengelolaan SDM Tenaga Pendidik Alami Tantangan

Pengelolaan SDM Tenaga Pendidik Alami Tantangan

Ambon - Pendidikan di Maluku masih diperhadapkan dengan tantangan yang besar, khususnya pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik.

Fakta mengejutkan sekaligus sebagai tantangan adalah masih rendahnya kompetensi/kelayakan guru yang ada di Maluku.

Hal ini ditegaskan Gubernur Maluku K.A Ralahalu dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Sekda Maluku, Burhanudin Bandjar saat membuka seminar pendidikan Provinsi Maluku tahun 2012 di Islamic Center, Rabu (3/10).

Ditegaskan, hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) bagi 1.494 orang guru di Maluku hanya memperoleh nilai rata-rata 34,52 atau menempati urutan ke 33 dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.

Sementara hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilaksanakan Provinsi Maluku tanggal 30 Juli 2012 menunjukan bahwa skor kompetensi guru TK 38, 62 (ranking 29 dari 33 provinsi), guru SD 36,53 (ranking 31 dari 33 provinsi) Guru SMP 41,31 (ranking 33 dari 33 provinsi) dan kompetensi guru SMA/SMK 40,33 (ranking 32 dari 33 provinsi).

Fenomena dan fakta ini menggambarkan masih buramnya peta kualitas pendidikan di Maluku, karena hakekatnya kualitas pendidikan terletak pada kompetensi tenaga pendidiknya.

Menurutnya, beberapa penyebab rendahnya kompetensi guru antara lain, kurangnya pembinaan guru, kurangnya minat guru dalam pengembangan potensi diri sebagai tenaga pendidik, mekanisme penjaminan mutu tenaga pendidik yang belum optimal dan manajemen pengelolaan pendidikan di Maluku yang masih belum menyentuh permasalahan.

“Apapaun peneyebabbya, seyogyanya kita semua merasa terpanggil untuk mencari sosuli, membenahi dan segera bangkit dari ketertinggalan ini,” ungkap Gubernur.

Dikatakan, guru mempunyai peran sangat menentukan terhadap peserta didik. Diantaranya sekian banyak peranan guru yang kompeten adalah, perananan guru seabagai pendidik, guru sebagai model atau contoh bagi anak, peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing, guru sebagai pelajar. Bahkan guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan, sebagai komunikator pembangunan masyarakat dan juga sebagai administrator.

Dengan demikian, peran dan fungsi guru tersebut ternyata sangat banyak dan sekaligus pula sangat berat. Karenanya hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.

“Saya berharap Unpatti melalui Fakultas KIP sebagai lembaga pendidik dan tenaga kependidikan kiranya dapat berperan lebih aktif dan inovatif dalam melahirkan tenaga pendidik yang lebih kompoten,” pintanya.(S-27)



Berita Terkait


Ambon