Olahraga ›› Pengumuman Pemenang Lomba Lari 10 KM Nyaris Ricuh Sejumlah Guru Protes Akibat Panitia tak Profesional

Pengumuman Pemenang Lomba Lari 10 KM Nyaris Ricuh

Ambon - Sudah menjadi kebiasaan dalam penyelenggaraan Lomba Lari 10 Km dalam rangka HUT Kota Ambon selalu berakhir dengan permasalahan.

Buktinya, saat pengumuman hasil Lomba Lari 10 km dalam rangka HUT Kota Ambon ke-437 yang berlang­sung Jumat (31/8), juga nyaris ricuh.

Hal ini terjadi akibat sejumlah guru maupun orang tua protes dengan ketidakprofesional panitia dalam melaksanakan lomba lari yang diikuti oleh 2.500 siswa SMP/ MTS, SMA/SMK/MA se-Kota Ambon tersebut. Situasi seperti ini juga terjadi saat Lomba Lari 10 km dalam rangka HUT Kota Ambon pada tahun lalu.

Aksi protes ini berawal ketika penyelenggara mengumumkan para peserta yang masuk dalam kategori peringkat pertama sampai dengan sepuluh untuk tingkat SMA putra/putri dan SMP putra/putri yang dipusatkan di Balai Kota Jalan Sultan Hairun, Jumat (31/8).

Setelah pengumuman tersebut dibacakan, sejumlah guru dari SMA Pertiwi maupun beberapa orang tua yang anaknya juga ikut lomba protes dengan kelemahan panitia dalam menilai peserta yang masuk finish.

Salah satu guru SMA Pertiwi, S Riry saat mengajukan protes me­ngatakan salah satu pelari bernomor dada 287 yang ditetapkan penye­lenggara sebagai juara kedua ter­nyata tidak berlari sesuai rute yang ditentukan.Bahkan para guru mau­pun pelari lainnya tidak melihat yang bersangkutan berlari bersama-sama di barisan terdepan sejak start.

Namun tiba-tiba menjelang, pelari tersebut muncul dan langsung berada di urutan kedua.

Protes ini semakin besar bahkan nyaris adu jotos antara para pelari yang berasal dari SMA Pertiwi de­ngan pelari bernomor 287 tersebut.

Dengan melihat siatuasi protes yang kian memanas dari para guru tersebut, membuat salah satu peng­awas pada Dinas Pendidikan Kota Ambon, Semmy Lesnussa kemudian memintakan para guru olahraga untuk menenangkan para siswa yang mengikuti lomba tersebut.

Bahkan saat Lesnussa memin­takan agar pengumuman pemenang akan diumumkan pada saat HUT Kota Ambon yang akan disampaikan ke sejumlah sekolah namun itu juga tidak dihiraukan para guru dan siswa peserta lomba.

Para guru dan siswa tetap mem­protes agar pengumuman pemenang tetap diumumkan. Akhirnya penye­lenggara kembali berunding sekitar setengah jam untuk mengumumkan pemenang Lomba Lari 10 km

Kendati demikian, penyelenggara tetap pada keputusan semula yang menetapkan pelari bernomor dada 287 sebagai juara kedua kategori SMA Putra sementara juara pertama diraih Daltje Tamaela (SMA PGRI Ambon).

Kategori SMA Putri diraih Yunitha Gaspersz (SMKN 1 Ambon) se­dangkan SMP Putri diraih Lina Souhoka (SMP Kristen Kusu-Kusu Sereh).

Saat pembacaan pemenang ter­sebut, masih saja terlihat aksi protes dari sejumlah guru. Bahkan guru-guru kecewa karena tanda stempel yang ditempelkan panitia di tangan para pelari ternyata mudah luntur apalagi saat pelari berman­dikan keringat.

Beberapa guru yang protes ter­sebut kepada wartawan mengung­kapkan seharusnya penyelenggara memberikan tanda pita untuk mengetahui pelari tersebut telah melewati setiap rute perjalanan yang sudah ditentukan penyelenggara.

Sementara itu, penanggung jawab lomba Lari 10 Km Panitia HUT Pemkot Ambon, Berthy Haumasse ketika dikonfirmasi Siwalima di Balai Kota Ambon1, Jumat (31/8) mengungkapkan, seluruh perma­salahan yang terjadi dari akibat pro­tes para guru tersebut telah disele­saikan dengan baik.

“Ada tanda-tanda khusus baik berupa stempel dan pita yang dibe­rikan penyelenggara kepada para peserta saat melewati rute perjalanan yang sudah ditentukan,” ungkap­nya.

Ditambahkan, rute yang dilewati para pelari yaitu start di Jalan Sultan Hairun, kemudian menyusuri Jalan Slamet Slamet Riyadi, Tulu­kabessy, Rijali, Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, Latumeten, Nona Saar Sopacua, Kayadoe, Sultan Babullah, Jalan AM Sangadji, Anthonny Rhebock dan terakhir finish di Balai Kota. (S-19)



Berita Terkait


Ambon