Kesra ›› Pertumbuhan Ekonomi Maluku 2013 Alami Penurunan

Pertumbuhan Ekonomi Maluku 2013 Alami Penurunan


Ambon - Pertumbuhan perekonomian Ma­luku pada triwulan I tahun 2013 bila dibandingkan dengan triwulan se­belumnya, yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan, mengalami penurunan sebesar -1,79 persen. Pertumbuhan negatif ter­sebut terjadi pada seluruh sektor ekonomi.

Perekonomian Maluku yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada tri­wulan I tahun 2013 mencapai 3.024. 827,80 juta atau 3,02 triluyun, se­dangkan PDRB atas dasar harga kons­tan 2000 adalah Rp 1.217.711, 58 juta atau 1,22 trilyun. 

“Pertumbuhan pada masing-masing sektor adalah sektor perta­nian -0,42 persen, sektor pertamba­ngan dan penggalian -4,82 persen, sektor industri pengolahan -2,83 persen, sektor listrik dan air bersih -0,66 persen, sektor bangunan/konstruksi -1,59 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran -1,20 persen, sektor angkutan dan komunikasi -0,92 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahan -1,30 persen serta sektor jasa-jasa -4,87 persen,” rinci Kepala BPS Maluku Edison Ritonga, saat memberikan keterangan persnya kepada wartawan di Kantor BPS Maluku, Senin (6/7).

Dijelaskan, sektor pertanian pada triwulan I tahun 2013 bertumbuh negatif sebesar -0,42 persen terha­dap triwulan IV tahun 2012. Secara lebih rinci, pertumbuhan negatif ini dise­babkan oleh sub sektor per­kebunan sebesar -3,25 persen, subsektor pe­ternakan dan hasil-hasilnya sebesar -2,74 persen, dan sub sektor kehutanan sebesar -8,52. Sementara sub sektor tanaman bahan makanan 1,05 persen dan sub sektor perikanan 0,78 persen bertumbuh positif.

PDRB triwulan I 2013 bila di­bandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya jelas Ritonga, mencerminkan perubahan tanpa dipengaruhi oleh faktor musim (y-on-y). Pada triwulan I tahun 2013 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2012 ternyata hampir sama sektor mengalami peningkatan.

“PDRB total meningkat sebesar 3,16 persen, sektor pertanian 1,88 persen, sektor pertambangan dan penggalian -0,53 persen, sektor industri pengolahan 3,13 persen, sektor listrik, gas dan air minum 5,39 persen, sektor bangunan 3,27 per­sen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 5,57 persen, sektor peng­angkutan meningkat sebesar 5,13 persen, sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan 1,54 persen serta sektor jasa-jasa 1,39 persen,” jelasnya.(S-24)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon