Budaya ›› Pesparawi Nasional Jadi Contoh Kerukunan Umat Beragama

Pesparawi Nasional Jadi Contoh Kerukunan Umat Beragama

Kendari - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional X Tahun 2012 yang dipusatkan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, juga menjadi contoh kerukunan umat beragama.

“Masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Teng­gara sangat berbahagia di­per­cayakan menjadi tuan rumah penyelenggara Pesparawi Nasio­nal X/2012 karena melalui event ini kita menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia sebuah contoh kerukunan umat beragama di daerah ini,” tandas Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, saat Malam Ramah Tamah Pemprov Sulawesi Tenggara de­ngan kontingen peserta Pesparawi Nasional X/2012 yang berlang­sung di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin (2/7).

Nur Alam mengatakan diantara susunan panitia pelaksana Pes­parawi Nasional X/2012 ternyata 90 persen diantaranya merupakan umat Islam, Hindu dan Budha. “Untuk mempersiapkan dan melaksanakan Pesparawi Nasional X/2012, maka bukan saja umat Kristen yang men­jadi panitia pelaksana, tetapi 90 persen diantara panitia pelaksana merupakan umat Islam, Hindu dan Budha. Ini akan menjadi contoh kerukunan umat beragama di Indonesia, sebab untuk melaksanakan event keagamaan milik suatu agama ternyata bukan hanya dilaksanakan oleh umat agama tersebut saja tetapi kita semua bahu membahu dalam kebersamaan menyelenggarakan­nya,” kataya.

Dijelaskan, masyarakat dan Pemprov Sulawesi Tenggara juga sangat berbangga karena Pesparawi Nasional X/2012 diikuti oleh 33 provinsi. “Bukan itu saja sebagian besar hamba Tuhan dari seluruh Indonesia juga hadir di kota ini mendampingi kontingen dari masing-masing daerah,” jelasnya.

Menurutnya, sebanyak 92 persen dari penduduk Sulawesi Tenggara yang berjumlah 2,4 juta merupakan pemeluk agama Islam sementara sisanya terdiri dari pemeluk agama Hindu, Kristen dan Budha. “Melalui Pesparawi Nasional X/2012 kita ingin tunjukkan adanya toleransi antar umat beragama di daerah ini. Pesparawi Nasional X/2012 ini akan menjadi momentum historis dalam perjalanan sejarah masyarakat dan Pemprov Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat dan Pemprov Sulawesi Tenggara menga­jukan diri sebagai tuan rumah Pes­parawi Nasional X/2012 sebagai bentuk penghargaan dan dukungan kepada umat Kristen di provinsi ini.

Pembukaan Pesparawi Nasional

Sementara itu, tari kolosal yang dimainkan 350 penari akan memeriah­kan acara pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional X Tahun 2012 yang di­pusatkan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (3/7) malam.

“Kita sudah menyiapkan 350 pe­nari untuk memainkan tari kolosal pada acara pembukaan Pesparawi yang akan dipusatkan di alun-alun MTQ Nasional di Kendari,” jelas Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Sulawesi Tenggara, Frenty Pattinasarany kepa­da wartawan di Kendari, Senin (2/7).

Menurutnya para penari tari kolosal tersebut berasal dari siswa dari berbagai sekolah di Kota Kendari. “Setiap hari para penari kolosal yang kita siapkan itu menjalani latihan di tempat acara pembukaan Pesparawi Nasional X,” katanya.

Selain memainkan tari kolosal, para penari tersebut juga akan memainkan berbagai tari tradisional khas Sulawesi Tenggara, di antaranya tari Mondo Tambe dan tari Lariangi pada Pespa­rawi Nasional X yang berlangsung dibawah sorotan tema “Ia Allahku, Ku­puji Dia, Ia Allah Bapaku, Kulu­hurkan Dia” dan sub tema “Melalui Puji-Pujian Kepada Tuhan kita Wu­judkan Pencerahan dan Pencerdasan Spiritual Untuk Membentuk Karakter Bangsa”.

Dijelaskan, Pesparawi Nasional X akan dibuka Selasa (3/7) malam di pelataran alun-alun MTQ Nasional-Kendari. “Pesparawi akan dibuka Se­lasa (3/7) malam. Kemungkinan pem­bukaan akan dilakukan oleh Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Agama Suryadharma Ali,” jelasnya.

Selain itu, jelas Pattinasarany, para pejabat dari sejumlah provinsi juga telah memastikan diri untuk meng­hadiri upacara pembukaan. “Tercatat sudah ada beberapa gubernur memas­tikan diri untuk hadir diantaranya Gubernur Maluku, KA Ralahalu. Ada juga sejumlah Ketua DPRD dari se­jumlah provinsi. Begitu juga sejumlah Kapolda dan Pangdam akan hadir,” jelasnya.

Dikatakan, kegiatan Pesparawi di Kota Kendari dipusatkan di tiga lokasi, yakni di gedung Gelanggang Olahraga Raga (GOR) Kota Kendari, Baruga Sapta Pesona Kantor Dinas Parawisata Provinsi Sulawesi Tenggara dan Hotel Kubra - Kendari.

Rangkaian kegiatan Pesparawi yang akan dilaksanakan pada tiga lokasi tersebut, katanya, meliputi 11 kegiatan lomba.

“Di GOR Kota Kendari mulai tanggal 4-7 Juli 2012 akan digelar lomba Paduan Suara Anak (PSA), Paduan Suara Remaja/Pemuda (PSR/P), Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) dan Penampilan Lagu Etnik Daerah. Sedangkan di Hotel Kubra pada hari yanag sama akan digelar lomba Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW) dan Vocal Group (VG),” katanya.

Sementara di Baruga Sapta Pesona Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara dilombakan Solois Remaja/Pemuda Putra dan Putri, Solois Anak Usia 7-9 Tahun Putra-Putri, Solois Anak Usia 10-13 Tahun Putra Putri dan Solois Remaja/Pemuda Putra Dan Putri.

Selain lomba paduan suara, pada tanggal 8 dan 9 Juli 2012 akan dila­kukan wisata rohani dan penanaman pohon Pesparawi, dan pada 10 Juli dilaksanakan Musyawarah Nasional untuk menentukan daerah mana yang akan disepakati kegiatan Pesparawi Tingkat Nasional XI/2015.

Kontingen Maluku selama meng­ikuti Pesparawi Nasional X/2012 ditampung di Hotel Kubra. Hotel ini juga menjadi salah satu lokasi perlombaan Pesparawi selain di gedung Gelanggang Olahraga Raga (GOR) Kota Kendari dan Baruga Sapta Pesona Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara.

Maluku pada Pesparawi Nasional X/2012 mengikutsertakan 253 peserta. Kontingen inti Maluku itu terdiri dari Paduan Suara Campuran Dewasa (42 orang), Paduan Suara Remaja (43 orang), Paduan Suara Anak (35 orang), Paduan Suara Laki-laki (30 orang), Paduan Suara Perempuan (30 orang), Vocal Group (11 orang), Solo Anak Putri (satu orang), Solo Anak Putra (satu orang), Solo Remaja Putri (satu orang), Solo Remaja Putra (satu orang), dua orang pianis, 17 orang pelatih serta didukung juga oleh puluhan official dan pengurus LPPD.

Kontingen Maluku akan meng­ikuti 11 cabang yang dilombakan, yaitu Solo Anak (7-8 tahun), Solo Anak (9-12 tahun), Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, Vocal Group, Pa­duan Suara Anak, Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Laki-Laki, Paduan Suara Perempuan, Paduan Suara Dewasa Campuran serta Musik Etnik.

Sejak pertama kali digelar di Jakara pada tahun 1983 saat masih bernama Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) dan kemudian berubah menjadi Pesparawi Tingkat Nasional IV/1993 di Palangkaraya-Kalimantan Tengah hingga Pesparawi Tingkat Nasional IX/2009 di Samarinda-Kalimantan Timur, kontingen Maluku berhasil meraih juara umum berturut-turut saat Pesparawi Ting­kat Nasional VII/2003 di Makassar-Sulawesi Selatan dan Pesparawi Ting­kat Nasional VIII/2006 di Medan-Sumatera Utara.

Saat Pesparawi Tingkat Nasional IX/2009 di Samarinda-Kalimantan Timur, kontingen Maluku tak mampu mempertahankan gelar juara umum tersebut. Gelar juara umum saat itu diraih kontingen Sulawesi Utara. (S-12)



Berita Terkait


Ambon