Pendidikan ›› PGRI Jadi Garda Terdepan Empat Pilar Kebangsaan

PGRI Jadi Garda Terdepan Empat Pilar Kebangsaan

Ambon - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memiliki peran atau menjadi garda terdepan dalam rangka menerapkan sosialisasi empat pilar kebangsaan yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Sosialisasi itu menghadirkan anggota DPD RI asal Maluku Jhon Pieris dan dipu­satkan di Lantai II Balai Kota Ambon, Kamis (20/6). “Empat pilar kebang­saan ini perlu menjadi standar kompe­tensi bagi guru Pendidikan Kewargaan Negara (PKN) karena akhir-akhir ini banyak masa­lah yang terjadi di negara ini, sehingga nilai-nilai dalam empat pilar wajib dite­rap­kan,” tandas pengurus PGRI Provinsi Maluku, Hadi Latsoy dalam sambutannya saat membuka acara tersebut.

Sementara itu, Pieris dalam papa­rannya mengatakan, salah satu upa­ya untuk mencerdaskan kewarga­nega­raan generasi bangsa ini melalui tugas dan tanggung jawab guru, dimana guru memiliki peranan yang sangat penting dalam sosialisasi empat pilar tersebut

Senator asal Maluku ini menje­laskan, pemahaman empat pilar kebangsaan sangat diperlukan karena,  Pancasila bisa dipahami dengan baik sebagai negara, ideologi bangsa dan falsafah bangsa.

“Pancasila merupakan dasar negara, filsafah bangsa, ideologi Bangsa Indonesia, faktor pemersatu bangsa yang majemuk. Jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia, prinsip-prinsip dasar ber­negara dan berbangsa, sumber inspirasi dalam pergaulan Internasional, cer­minan harkat dan martabat bangsa Indonesia,” katanya.

Selain itu, kata dia, Pancasila se­bagai paradigma (pakem) berperilaku (design for living). Sekaligus menjadi petunjuk utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selanjutnya, UUD 1945, bisa dipa­hami sebagai konstitusi tertulis dan hukum dasar negara, yang mengatur tatanan kehidupan berbangsa, ber­negara dan berpemerintahan.

Bhineka Tunggal Ika merupakan reali­tas yang  mencerminkan pluralisme mas­yarakat (Sosio-Cultural). Dimana Kebih­nekaan atau keberagaman masyarakat yang serba meliputi, tetapi tetap menjadi satu bangsa Indonesia, banyak suku, tetapi hanya satu Bangsa Indonesia. Se­lain itu menerima dan menghargai perbe­daan dan tidak boleh menciptakan pem­bedaan tetapi persatuan meningkatkan perbedaan. “Selain itu NKRI merupakan bentuk yang ideal bagi masyarakat majemuk atau memperkokoh persa­tuan,” tandasnya.(Cr-2)



Berita Terkait


Ambon