Kesra ›› PNS Kantor Gubernur Ngamuk Tiga Tahun Belum Terima Kekurangan

PNS Kantor Gubernur Ngamuk


Ambon - Selama tiga tahun, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Gubernur Maluku belum mene­rima uang kekurangan.

Lantaran belum menerima hak-hak tersebut, salah satu pegawai pada Biro Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Zadrak Latupeirissa ngamuk.

Latupeirissa ngamuk sekitar pukul 13.00 WIT dari ruang Ben­dahara Setda Maluku hingga ke ruang Biro Peningkatan SDM yang letaknya tak jauh dari Kantin Kantor Gubernur Maluku.

Kekesalan ini akibat hak-hak selaku PNS belum juga diterima termasuk dengan uang makan selama dua bulan terakhir.

Latupeirissa yang biasa di sapa Cada ini merasa kesal dan diper­mainkan oleh bagian Bendahara Setda Maluku, yang memberikan alasan demi alasan terkait penun­daan pembayaran uang-uang tersebut.

“Beta tuntut beta punya hak. Beta SK jelas. 11 tahun lebih beta meng­abdi di sini. Beta tuntut bt punya hak,” teriaknya kesal.

Sejumlah PNS yang mendengar suaranya berhamburan keluar termasuk sejumlah pejabat biro yang terletak di lantai I kantor Gubernur Maluku.

Kepada wartawan, Latupeirissa mengaku kesal yang dilakukan oknum-oknum terkait pada kantor Gubernur yang tugasnya membayar hak-hak PNS tersebut.

Menurutnya Latupeirissa, ratusan PNS pada biro dan sekretariat kantor Gubernur Maluku belum terima uang kekurangan (uang beras) selama tiga tahun.

“Kekurangan uang beras selama tiga tahun belum terima. Masing-masing pegawai sekitar Rp 1,3 juta. Sementara uang makan per bulan Rp 27 ribu dan sudah dua bulan belum bayar. Padahal sesuai pernyataan sekda ternyata semua harus bayar pada tanggal 6 Maret tetapi sampai sekarang belum. Mereka hanya bayar dinas dan badan saja,” tukasnya.

Ia mengatakan, setelah dirinya melakukan mengecek hal tersebut di bagian bendahara setda, ternyata mereka beralasan belum ada uang pada bagian keuangan untuk dilaku­kan pembayaran. Ia pun berinisiatif mengecek juga pada bagian ke­uangan dan ternyata uang-uang tersebut ada.

“Banyak alasan. Beta sudah tanya katanya tidak ada uang di bagian keuangan. Padahal beta ke bagian keuangan cek itu uang ada. Banyak alasan yang tidak jelas. Ini permainan bagian keuangan. Sengaja dilakukan biar bunganya banyak di bank dulu,” katanya.

Hal yang sama pula diakui sejumlah pejabat biro dan pegawai yang enggan namanya di korankan.

“Itu benar semua. Kami juga tidak tahu. Kami semua juga sudah resah dengan hal ini. Tidak tahu sulitnya dimana sampai belum bayar-bayar. Biarkan saja dia ngamuk. Semua juga sudah resah dengan hal ini. Masa dinas dan badan sudah dapat tetapi di kantor gubernur sini belum,” ujar beberapa PNS dengan kesal. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon