Kriminal ›› Polisi Masih Selidiki Kasus Pencurian Perangkat Komputer

Polisi Masih Selidiki Kasus Pencurian Perangkat Komputer

Kasat Reskrim Polres Ambon dan Pp Lease, AKP Ardanto Nugroho kepada wartawan di Mapolres Ambon, Senin (27/6), mengatakan, pihaknya sampai sekarang sedang mengembangkan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku pencurian prangkat komputer.

“Kita belum bisa ungkap pelaku pencurian, karena sementara masih dalami pengembangan penyelidikan,” ujar Nugroho.

Meski ia mengaku belum mengetahui pelaku, namun pihaknya tengah mengumpulkan bukti-butki baik itu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) maupun pemeriksaan terhadap para saksi.

“Jadi hasil penyelidikan belum bisa disimpulkan bahwa pelaku merupakan spesialis pencuri komputer. Kita tidak serta merta langsung menyebutkan bahwa pencuri ini adalah spesialis karena masih dalami penyelidikan,” tandasnya.              

Untuk diketahui, kasus kehilangan perangkat komputer berupa hard disc kini telah menjadi tren di kalangan sekolah. Bagaimana tidak, belum sampai sepekan, sudah dua buah sekolah mengalami kehilangan perangkat komputer.

Sebelumnya, ruangan laboratorium computer SMP Negeri 21 Ambon mengalami kebobolan pada Senin (20/6). Kini pencurian yang sama juga terjadi di SMA Negeri 8 Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), Kamis (23/6).

“Iya, memang betul pencurian yang sama seperti di SMP Negeri 21 terulang kembali di SMA Negeri 8 Hutumuri. Pencuri hanya mengambil Hard disc dari 8 unit komputer,” ungkap Kapolsek Leitisel, Iptu Johanis Dahaklory kepada wartawan di Mapolres Ambon, Kamis (23/6).

Kata Dahaklory, dalam melancarkan aksinya, pencuri hanya mengambil hard disc sementara monitor dan CPU ditinggalkan di Tempat Keadian Perkara (TKP).

Setelah pihaknya menerima laporan dari pihak sekolah, ia kemudian mengerahkan anggota ke TKP untuk memasang police line di ruangan laboratorium sambil berkoordinasi dengan Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Pulau Ambon dan Pp Lease dan tim identifikasi untuk melakukan proses penyelidikan intensif.

“Sementara kami belum mengambil langkah untuk dilakukan pemeriksaan saksi. Langkah tersebut akan dilakukan setelah hasil olah TKP. Untuk modus operandi, masih dilakukan penyelidikan,” ujar Dahaklory.    

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 8 Hutumury, Ny. M.S Thenu kepada wartawan melalui telepon selulernya membenarkan peristiwa tersebut. Thenu menjelaskan, ruangan laboratorium kebobolan maling diketahui pada Kamis (23/6), sekitar pukul 06.00 WIT.

“Sebelumnya, 8 unit komputer pada CPU-nya masih terpasang hard disc, setelah saya masuk kantor dan melihat pintu ruang laborotorium ternyata sudah terbuka. Saat diperiksa, ternyata seluruh hard disc sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Melihat hal tersebut, Thenu kemudian bersama dengan dewan guru lainnya, melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Leitisel untuk dilakukan proses penyelidikan. (S-36)



Berita Terkait


Ambon