Kriminal ›› Polisi Masih Selidiki Kasus Teror Bom di Mardika

Polisi Masih Selidiki Kasus Teror Bom di Mardika

Ambon - Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Maluku Komisaris Besar Polisi SG Manik mengatakan, pihaknya masih terus menyelidiki kasus teror bom di Terminal Mardika dan di samping Kantor PT. Taspen.

“Kasus ini kita masih terus selidiki. Mengungkapnya tidak semuda membalik telapak tangan. Bayang­kan untuk kasus teror pasca keru­suhan massa 11 September 2011 saja butuh waktu yang lama. Para pelaku itu kita tangkap ada yang di Ambon dan ada juga ditangkap di Sura­baya,” kata SG Manik kepada Si­walima di Ambon, Selasa (21/8).

Kasus teror bom bukan hal yang baru di Ambon. Namun demikian, masyarakat tidak lagi menginginkan hal tersebut terjadi.

Menurut SG Manik, polisi tidak tinggal diam dalam mengungkap kasus tersebut. “Kita tidak berdiam diri. Kasus ini kita selidiki sampai pelakunya ditangkap,” ujarnya.

Belum terungkapnya kasus teror bom di Terminal Mardika dan di samping Kantor PT. Taspen Jl.Tulu­ka­bessy-Ambon 21 Juni 2012 lalu, menyulut anggota Komisi A DPRD Provinsi Maluku, Sudarmo angkat bicara.

Mantan Wakil Ketua DPRD Ma­luku ini kepada wartawan, Sabtu (18/8), mengatakan, Polda Maluku sece­patnya mengungkapkan pelaku diba­lik teror bom di Terminal Mar­dika dan di samping Kantor PT. Tas­pen.

“Kami mendesak agar secepatnya pihak kepolisian segera mengung­kap para pelaku teror bom yang sa­ngat meresahkan masyrakat di kota ini,” tandas Sudarmo.

Menurutnya, penanganan kasus tersebut harus mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian, karena institusi tersebut memiliki keahlian dalam membasmi terorisme di Indonesia.

Ditegaskan, kepolisian dinilai lamban mengungkap pelaku dibalik terror bom yang terjadi 21 Juni itu. Pasalnya, Kota Ambon adalah kota kecil jika dibandingkan dengan Pulau Jawa yang besar, tapi meng­ungkap pelaku teror cepat dan tepat.

“Saya kira pihak kepolisian tidak serius menangani hal ini, terbukti dari lambatnya penanganan mereka, dan dengan lambatnya penanganan kasus ini, maka masyarakat akan terus cemas dan resah sebab pelaku tersebut masih berkeliaran di luar sana, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan aksi yang serupa,” katanya.

Sudarmo berharap, pihak kepoli­sian dapat menuntaskan kasus tersebut dengan menggunakan kebijakan tertentu. “Untuk itu saya berharap agar demi terciptanya keamanan dan kenyamanan kondisi yang membaik di Ambon, maka secepatnya pihak kepolisian meng­ambil langkah-langkah strategis untuk menuntaskannya,” ungkap­nya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu masyarakat Kota Ambon kembali dikagetkan dengan aksi teror bom yang dilakukan orang tidak ber­tanggung jawab di samping Kantor PT. Taspen dan di Terminal Mardika.

Tapi sampai sekarang, polisi belum mampu mengungkap pelaku atau otak dibalik rangkaian aksi tersebut. Kapolda Maluku Brigjen Polisi Muktiono mengaku pihaknya butuh waktu untuk mengungkap aksi teror tersebut.

“Kita tetap terus-menerus mela­kukan penyelidikan, itukan butuh waktu untu berproses,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

Langkah tersebut menurutnya, untuk mendapatkan titik terang siapa para pelaku teror bom tersebut dan otak dibalik aksi yang tidak berperikemanusiaan itu. 

“Namun yang pasti, kita akan terus melakukan penyelidikan untuk mendapatkan titik terang tentang siapa para pelakunya. Jadi kasus ini tetap menjadi perhatian kita,” ujarnya.

Dikatakan, yang lebih penting saat ini adalah kondisi aman yang sudah tercipta di Kota Ambon secara khusus dan Maluku secara umum, haruslah dijaga oleh semua pihak, baik masyarakat, TNI/Polri maupun semua stakeholder lain­nya.

“Kemudian yang paling penting ialah kita bersinergi dengan ma­sya­rakat untuk sama-sama saling meng­isi dan bahu-membahu untuk men­ciptakan situasi Ambon yang kon­dusif. Sebab kalau aman, yang untung juga kan masyarakat dan kita semua. Sehingga pembangunan di Ambon ini bisa terus dilakukan,” tuturnya.

Untuk diketahui, warga yang ber­domisili di seputaran Jalan Tuluka­bessy Mardika Ambon, dika-getkan dengan ditemukannya sebuah bom rakitan di samping Kantor Taspen Ambon, Kamis (21/6).

Bom tersebut diduga sengaja diletakan orang tidak dikenal (OTK) tepatnya di Jalan Tulukabessy RT 003 RW 005 Kelurahan Rijali Keca­matan Sirimau Kota Ambon dengan tujuan meneror warga setempat dan Kota Ambon pada umumnya.

Empat hari pasca temuan bom rakitan tersebut, Senin (25/6) sekitar pukul 00.15 WIT, sebuah bom rakitan dilemparkan oleh Orang Tak Kenal (OTK) di kawasan Terminal Mardika, Ambon. Bom tersebut meledak tepatnya di depan rumah makan Ruko Mardika Blok D yang merupakan terminal angkot jurusan Karang Panjang. (S-36)



Berita Terkait


Ambon