Daerah ›› Polisi Masih Usut Penggelapan Aset Yayasan Al-Hilaal

Polisi Masih Usut Penggelapan Aset Yayasan Al-Hilaal

Ambon - Polda Maluku sampai sekarang masih mengusut kasus penggelapan aset Yayasan Al-Hilaal yang diduga dilakukan oleh anggota Yayasan Al-Hilaal, Umar Atamimi.

Hal ini disampaikan Direktur Re­serse dan Kriminal Umum (Reskri­mum) Polda Maluku, Kombes Pol S.G Manik kepada Siwalima, Rabu (22/5).

Penyidik sudah memanggil sejum­lah saksi untuk diperiksa, namun demi kepentingan penyelidikan pemeriksaan saksi-saksi lain masih dibutuhkan.

Dikatakan, seusai Pilkada Maluku, Umar Atamimi akan dipanggil lagi untuk diperiksa terkait dugaan pen­jualan aset Al-Hilaal.

Sementara itu, pekan depan, si­dang lanjutan sengketa Yayasan Al-Hilaal yang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Ambon bakal berjalan alot. Pasalnya, sidang akan meng­agendakan pengajuan bukti-bukti dan mendengar keterangan saksi dari pihak penggugat. 

Untuk diketahui, Ketua Badan Pengurus Yayasan Wakaf Al-Hilaal, Umar Atamimi, digugat ke PN Ambon oleh pihak Yayasan Al-Hilaal, Rabu (20/2). Pengajuan gugatan oleh pihak Yayasan Al-Hilaal ke PN Ambon bertujuan untuk membatalkan Penetapan PN Ambon Nomor : 02/Pt.P/2013/PN.AB tertanggal 31 Januari 2013.

Sebelumnya, Umar Atamimi pada 2 Januari 2013 telah mengajukan permohonan kepada PN Ambon un­tuk membubarkan Yayasan Al-Hi­laal. Permohonan tersebut kemudian dikabulkan PN Ambon dengan diterbitkannya Penetapan Nomor : 02/Pt.P/2013/PN.AB tertanggal 31 Januari 2013.

Namun demikian, menurut Kuasa Hukum pihak Yayasan Al-Hilaal,  Fahri Bachmid,  Penetapan PN Ambon bukan sebuah produk putusan yang mencakup aspek kepemilikan secara keperdataan yang mencakup asset dan kekayaan milik Yayasan Al-Hilaal.

“Umar Atamimi jangan berang­gapan bahwa dengan adanya Penetapan PN Ambon tertanggal 31 Januari 2013 itu lalu seolah-olah itu sebuah produk putusan hakim dalam perkara sengketa. Sebab secara de facto de yure, Umar Atamimi tidak memiliki legal standing (kapasitas hukum) sebagai pihak yang berkepentingan dalam Yayasan Al-Hilaal. Sejak 16 Oktober 2009, yang bersangkutan sudah diberhentikan dari struktur Yasasan Al-Hilaal,” jelas Bachmid kepada wartawan, Rabu (20/2). (S-32)



Berita Terkait


Ambon