Kriminal ›› Polisi Tahan Mucikari Pesta Seks 18 ABG

Polisi Tahan Mucikari Pesta Seks 18 ABG


Ambon - Dua mucikari resmi dijebloskan ke Rutan Mapolres Ambon dan Pulau-pulau Lease setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap 18 ABG yang ditangkap saat pesta seks di Pengi­napan Nyaman Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Kedua mucikari ini terlibat dalam kasus pidana eksploitasi anak dibawah umur di Penginapan Nyaman masing-ma­sing KT dan FA. Keduanya merupakan warga kota Ambon yang masih berusia 18 tahun.

“Dua orang resmi ditahan dan ditetapkan sebagai ter­sangka.  Mereka adalah KT, warga Tulehu dan FA. FA se­hari-hari mangkal di kawasan Pasar Lama, Kecamatan Siri­mau.

KT dan FA merupakan mu­ci­kari. Sementara satu lagi ber­inisial T masih buron,” jelas Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon  dan Pulau-pu­lau Lease, Ipda Julkisno Kai­supy kepada wartawan di Mapolres Ambon Rabu (20/2).

Baik KT maupun FA, kedua­nya berperan sebagai muci­kari untuk menghimpun para ABG guna melayani pria-pria hidung belang di penginapan atau hotel dengan bayaran berbeda-beda.

Menurut Kaisupy, para mucikari ini masuk jaringan prostitusi online di Kota Ambon menggunakan aplikasi MeChat.  “Mereka ini mela­yani pria hidung belang. Ada yang Rp500 ribu dan Rp300 ribu,” jelas mantan Kapolsek Teluk Ambon ini.

Kaisupy mengaku, kasus ini terbongkar setelah salah satu keluarga korban berini­sial A dari 18 ABG itu jarang pulang rumah dan setelah dicek dan dilacak berada di Pe­nginapan  Nyaman, ter­nyata A bersama teman-temannya.

“Keluarga A lapor ke polres dan kemudian 18 ABG ini dijemput di penginapan. Ada 4 kamar yang mereka pakai,” ujarnya.

Kedua tersangka ini dijerat dengan pasal berbeda yakni untuk FA dijerat dengan pasal 88 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak  dengan ancaman 10 ta­hun penjara. Sementara KT de­ngan pasal 81 Undang-un­dang per­lin­dungan anak de­ngan anca­man 15 tahuh penjara.

Pesta Seks

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 18 anak baru gede (ABG) diciduk anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Selasa (19/2), di Penginapan Nyaman. Mereka diciduk sekitar pukul 08.00 WIT oleh tim Shabara. Para ABG itu diduga mela­kukan pesta seks.

Informasi yang diperoleh Siwalima dari Mapolres Ambon menyebutkan, para ABG itu tergabung dalam group whatsapp  bernama ‘Generasi Muda Maluku’. Ada 8 ABG perempuan dan 10 ABG laki-laki. Koordinatornya diketa­hui bernama Barli Tomasila.   Mereka ditangkap setelah ang­gota shabara mendapat­kan laporan dari salah satu orang tua ABG, yang sudah mencium aktivitas mereka.

Malam itu, mereka melayani pria hidung belang di Pengi­napan Nyaman dan dibayar Rp.300 ribu. “Semalam kita di bayar Rp. 300 ribu saat me­layani tamu,” ungkap  salah satu ABG yang enggan me­nyebutkan namanya.

Saat diciduk mereka berada di dalam kamar. Ada beberapa kamar dan satu kamar lebih dari dua orang. “Satu kamar 7 orang dan malahan lebih. Iya, kami 7 orang,” akui salah satu pria. Namun saat ditanyakan aktivitas setiap malam, me­re­ka enggan menyebutkannya.

Masih diperiksa

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pu­lau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya membenarkan, 18 ABG yang diamankan tersebut namun sta­tusnya masih dalam pe­nye­lidikan.

“Benar dan saat diamankan mereka sementara bersama teman-temannya di Pengi­napan Nyaman. Ketika men­dapatkan informasi itu ang­gota ke TKP dan sampai di TKP ditemukan belasan ABG. Saat ini prosesnya didalami Satreskrim, dan mereka masih diperiksa oleh unit PA sampai sore ini,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Teluk Ambon enggan berkomentar banyak, karena kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Untuk perkembangannya akan disampaikan.  Statusnya belum tahu persis. Ada yang masih di bawah umur. Kita belum bisa menyimpulkan. Kita menunggu hasil  peme­riksaan oleh PPA dulu,” ungkap Kaisupy. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon