Masohi - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri dari Makassar-Sulawesi Selatan akan membantu Polres Maluku Tengah (Malteng) menyelidiki penyebab terbakarnya empat kantor milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malteng yang terjadi Kamis (30/5).
Hal ini diungkapkan Kapolres Maluku Tengah, AKBP Udi Juswanto kepada wartawan di Masohi, Kamis (31/5).
Dikatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan pihaknya masih menunggu Tim Labfor dari Makassar.“Kita masih menunggu Tim Labfor Makassar untuk membantu penyelidikan,” katanya.
Juswanto menjelaskan, hingga saat ini pihaknya sudah memintai keterangan dari empat orang saksi. "Untuk sementara ada empat orang saksi yang telah kita mintai keterangan. Inisialnya belum bisa kita sampaikan. Namun ada saksi yang bekerja di kantor tersebut dan ada juga masyarakat yang melihat kebakaran tersebut," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, empat kantor milik Pemkab Malteng yang terletak di jalan Imam Bonjol, Masohi, Rabu (30/5) pagi terbakar.
Keempat kantor yang terbakar tersebut Kantor Catatan Sipil, Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumen Daerah, Kantor Dinas Pertambangan dan Energi serta Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD).
Kebakaran tersebut terjadi beberapa jam, sebelum rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Malteng putaran kedua digelar.
Kebakaran tersebut diduga sebagai upaya dari pihak-pihak yang selama ini tidak setuju dengan hasil perolehan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Malteng.
Sumber Siwalima di Mapolres Malteg mengatakan para pelaku diduga berasal dari kelompok yang pernah meledakan bom di tiga lokasi berbeda di Kota Masohi yang terjadi pekan lalu. “Para pelaku diduga berasal dari kelompok yang sama. Mereka diduga sengaja membuat hal ini ini untuk mengacaukan situasi dan kondisi keamanan akibat tidak setuju dengan hasil perolehan suara,” ungkap sumber yang enggan namanya dikorankan.
Sejumlah saksi mata mengaku nyata api mulai terlihat dari Kantor Catatan Sipil dan dalam waktu yang sangat cepat langsung membesar dan melalap habis seluruh bagian ruangan dan atap gedung yang didalamnya terdapat empat kantor tersebut. (S-24)