Hukum ›› Rumatoras Belum Ditangkap, Ini Alasan Jaksa

Rumatoras Belum Ditangkap, Ini Alasan Jaksa


Ambon - Direktur Utama PT. Nusa Ina Pratama, Yusuf Rumatoras belum juga berhasil ditangkap oleh kejaksaan.

Namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan tercatat di media centre Kejagung, itupun tak mampu me­ringkus terpidana kasus kredit macet Bank Ma­luku tahun 2006 senilai Rp 4 miliar itu.

Rumatoras yang dihukum 5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung, dibiar­kan bebas berkeliaran, sedangkan tiga terpidana lainnya meringkuk di penjara.

“Rumatoras kan sudah DPO, cepat atau lambat keberdaannya pasti diketa­hui. Intinya kami masih lacak kebera­daan yang bersangkutan,” kata asi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Siwalima, di Ambon, Senin (11/2).

Sapulette membantah informasi yang beredar, kalau Rumatoras saat ini berada di Papua mengerjakan pro­yeknya. Keberadaan Rumatoras sudah diketahui oleh kejaksaan, namun sengaja dibiarkan.

“Informasi itu tidak benar, intinya kami belum mengetahui keberadaan yang bersangkutan,” tandasnya.

Dikatakan, pihaknya masih melacak keberadaan Yusuf Rumatoras. Jika sudah ditemukan, pasti langsung dieksekusi.

“Tidak ada yang dilindungi semuanya sama dimata hukum, termasuk Rumatoras,” tandasnya lagi.

Foto Disebar

Sebelumnya Sapulette mengaku, foto Yusuf Rumatoras telah disebar di sejumlah wilayah hukum kejaksaan di Indonesia.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat penangkapan terpidana kasus kredit macet Bank Maluku tahun anggaran 2006 senilai Rp 4 milyar itu, yang sudah masuk dalam DPO.

“Yang jelas identitas yang bersangkutan sudah disampaikan, termasuk hal-hal teknis lainnya,” kata Sapulette kepada Siwalima di Ambon, Jumat (9/11) 2018.

Menurutnya, keberadaan Rumatoras terus ditelusuri. Kejati Maluku juga sudah meminta bantuan media center Kejagung.

“Kami tetap berupaya melacak keberadaan, Rumatoras jika sudah diketahui akan langsung dieksekusi. Prinsipnya, dalam proses penegakan hukum tidak ada yang dilindungi. Kan terpidana yang lain sudah dieksekusi, pasti Rumatoras juga akan dieksekusi,” tandas Sapulette.

Rumatoras diganjar MA 5 tahun penjara, membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 4 milyar subsider empat tahun penjara.

Terpidana Lain Dieksekusi

Tiga terpidana lain sudah dieksekusi Kejati Maluku ke Lapas Klas IIA Ambon. Mereka adalah Matheus Adrianus Matitaputy, Erick Matitaputty dan Markus F. Fangohoy.

Matheus Adrianus Matitaputy alias Buce, dieksekusi, pada Rabu (25/7). Buce dibawa ke lapas sekitar pukul 11.00 WIT oleh jaksa.  Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan MA No 2120 K/Pid.sus/2017 tanggal 21 Maret 2018, yang menghukumnya 8 tahun penjara, denda Rp. 500 juta subsider 8 bulan, dan membayar biaya perkara Rp. 2.500.

Sebelumnya Erick Matitaputty dan Markus F. Fangohoy dieksekusi pada Rabu (11/7).

Mantan analis kredit Bank Maluku ini, dieksekusi sekitar pukul 10.00 WIT ke Lapas Kelas IIA Ambon.

Eksekusi Erick berdasarkan  surat perintah pelaksanaan putusan pengadilan (P-48) Kepala Kejari Ambon Nomor: 034/S.1.10/fu.1/07/2018, tanggal 9 Juli 2018.

Surat P-48 itu, guna melaksanakan putusan Mahkamah Agung No. 2123K/Pid.Sus/2017, tanggal 20 Maret 2018, yang menghukum Erick 7 tahun penjara, dan denda Rp.500. 000.000 subsider delapan bulan kurungan.

Sementara Markus Fangohoy dieksekusi berdasarkan surat P-48 Kepala Kejari Ambon  Nomor : 035/S.1.10/fu.1/07/2018 tanggal 9 Juli 2018 guna melaksanakan putusan MA Nomor : 2125/Pid.Sus/2017, tanggal 21 Maret 2018, yang menghukumnya 8 tahun penjara, denda Rp. 500 juta, subsider 8 bulan kurungan. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon