Kriminal ›› Satu Lagi, Pelaku Pembunuhan di Dobo Ditahan

Satu Lagi, Pelaku Pembunuhan di Dobo Ditahan


Dobo - Setelah Tera Kauy (26) dan Elia Kauy (18), Polres Aru kembali me­nangkap satu lagi pelaku pembu­nuhan saat bentrok antara warga di Dobo, Gemario Kauy.

Gemario (15) adalah siswa SMA Kelautan dan Perikanan Dobo. ada lagi pelaku lainnya bernama Pieter Kubela yang masih dalam pengejaran polisi.

“Hingga kini sudah tiga tersangka yang kita amankan di Mapolres Ke­pulauan Aru yaitu Gemario Kauy, Elia Kauy dan Tera Kauy,  se­mentara PiEter Ku­bela masih dalam pengeja­ran polisi,” je­las Kapolres Aru, AKBP Adolof Bormasa, di ruang kerjanya Selasa (19/2).

Bormas mengatakan, pro­ses pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih terus dila­kukan.

“Proses adat jalan, tetapi pro­ses hukum juga tetap ja­lan, karena ini sudah kategori kriminal murni, sehingga baik proses adat sudah jalan, pro­ses hukum juga tetap jalan,” ujarnya.

Pengungsi Bertambah

Pasca bentrok antar warga Desa Salarem dan Desa Lor-Lor yang berdomisili di Kota Dobo dan sekitarnya, pada (17/2), pengungsi semakin ber­tambah di Makoramil 1503-03 Dobo.

Danramil 1503-03 Dobo Kapten Dodi Masaoy kepada Siwalima, Selasa (19/2) di­sela-sela ibadah pemakaman korban Olden Gutandjala me­ngaku, jumlah pengungsi su­dah 90 orang dari hari pertama 24 orang.

“Mereka berasal dari warga Desa Lor-Lor yang tempat tinggal di kawasan kopi-kopi yang merupakan kompleks warga Desa Salarem tinggal maupun di kompleks warah dan sekitarnya,” kata Masaoy.

Menurutnya, mereka yang mengungsi umumnya anak-anak, para ibu dan orang tua, karena takut.

“Sekitar pukul 13.00 WIT tadi saja, masih ada laporan warga yang melaporkan ke­pada kita, bahwa ada seke­lompok orang Salarem yang melakukan palang jalan di ka­wasan cabang empat dengan bu­sur panah,” ungkap Ma­saoy.

Atas laporan warga terse­but pihaknya berkoordinasi dengan Polres Aru untuk turun ke TKP. Namun mereka sudah bubar.

“Kita terus siaga dan koor­dinasi dengan polres guna mencegah terjadinya konflik ulang, dan harapan kita tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diingkan bersama,” ujarnya.

Ia berharap, konflik kedua warga desa ini dapat terse­lesaikan setelah dilaksanakan pertemuan adat sekaligus dengan sasi adat.

Sementara pantauan Siwa­lima terlihat satu unit tenda bantuan Kemensos telah dibangun di Makoramil 1503-03 Dobo untuk pengungsi dan satu unit mobil opera­sio­nal dapur umum telah ditem­patkan di lokasi tersebut untuk melayani kebutuhan makan minum mereka.

Dua Pelaku Ditangkap

Sebelumnya, Polres Aru berhasil menangkap dan dua pelaku pembunuhan saat bentrok antar warga di Dobo, Minggu (17/2).

Keduanya adalah Tera Kauy dan Elia Kauy. Tera dan Elia saat ini ditahan di  Rutan Polres Aru, Senin (18/2).

Tera Kauy adalah resi­-divis. Ia pernah dihukum dalam kasus pengania­yaan dan pen­curian. Saat bebas ia ber­baur dengan masya­rakat, dan berulah lagi. 

Tera dan Elia, dan satu pelaku lainnya yang melaku­kan penganiayaan hingga me­newaskan Ruben Labok (30) dan Golden Gutandjala (34).

“Pelaku ada beberapa dan masih dicari. Sudah segera diredam kemarin dan sudah kondusif dan kita akan me­mastikan agar tidak terjadi lagi konflik dan keributan,” tan­das Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumowa, kepada war­tawan, Senin (18/2) di Polda Maluku.

Sementara Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Ohoirat menjelaskan, saat ini polres sementara memproses dua pelaku yang sudah lebih awal diamankan.

“Anggota Satreskrim Pol­res Kepulauan Aru telah mengamankan dua orang ter­sangka pelaku pembu­nuhan. Sementara satu orang ter­sangka pelaku pembunuhan masih dalam pengejaran,” ungkapnya.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa me­nam­bahkan, peristiwa yang terjadi merupakan tindak pidana murni.

“Kejadian berawal saat pelaku melihat korban Ruben Labok dengan teman lewat dan ditegur pelaku kemudian terjadi perkelahian sehingga pelaku melakukan penusukan dengan senjata tajam hingga korban tersungkur di jalan,” jelas Bormasa.

Lantaran tidak terima, ke­luarga korban  tidak menerima atas meninggal­nya Ruben Labok, kemu­dian melakukan aksi balas dendam. Sekitar pukul 06.30 WIT, rumah salah seorang warga Lor-Lor dida­tangi warga Salarem yang membawa alat tajam berupa anak panah dan parang.

Setibanya di rumah terse­but, mereka langsung mela­ku­kan pembakaran terhadap rumah Golden Gutandjala (34), salah seorang warga Lor-Lor dan juga sepeda motor­nya.

“Korban Golden Gutand­jala ditusuk hingga tewas,” ungkap Bormasa.

Bentrok

Seperti diberitakan sebe­­-lumnya, dua warga tewas ber­simbah darah akibat bentrok antara warga Desa Salarem dan Lor-Lor di Kota Dobo, Kabupaten Kepulau­an Aru, Minggu (17/2).

Kedua warga yang meni­nggal adalah Ruben Labok (32) dan Olden Gutandjala (30).

Informasi yang diperoleh dari kepolisian menyebut­kan, penyebab bentrokan antar warga tersebut belum diketa­hui pasti. Awalnya, Minggu subuh sekitar pukul 03.30 WIT, ditemukan se­orang le­laki terkapar di tro­toar depan aula Cendra­wasih Dobo oleh warga sekitar. Penemuan war­ga itu, kemudian dilaporkan ke Polsek Aru.

Sejumlah personil Polsek Aru langsung mendatangi TKP. Lelaki yang kemudian diketahui bernama Ruben Labok itu, dibawa ke RSUD Dobo.

Namun nyawanya tak bisa tertolong akibat luka-luka se­rius yang dialami­nya. Korban mengalami luka tikaman pada bagian leher sebelah kanan, dan bagian belakang seba­nyak dua tusukan.

Kemudian sekitar pukul 06.00 WIT, sekelompok mas­sa dari Desa Salarem yang berdomisili di kawasan kopi-kopi, Kelurahan Siwa­lima mengepung rumah Olden Gutandjala di kawa­san kampis dua.

Berdasarkan keterangan istri Olden, Sarah Kailey (30) di Polsek Aru, sekitar pukul 06.00 WIT, ia men­dengar orang mengetuk pintu depan. Suaminya Olden lalu meng­intip dari jendela. Ia kaget lalu ke kamar membangun­kan diri­nya, dan menyam­paikan bahwa ada orang banyak da­tang dengan parang, tumbak dan panah.

Mendengar hal tersebut ia dan Olden menuju pintu de­pan dengan tujuan lari, ka­rena bagian belakang rumah sudah dibakar oleh massa.

Saat mau keluar rumah, massa langsung menarik Ol­den, dan dipukul hingga ja­tuh. Olden kemudian diseret ke jalan raya.

Teriakan Sarah tak dihi­rau­-kan oleh massa. Olden terus dihajar. Bah­kan, Sarah juga turut dipu­kul. Olden tewas, karena banyak luka yang dialaminya.

Sarah berhasil lolos dan lari ke Polsek Pulau-pulau Aru. Saat di jalan, ia berpa­pasan dengan Ketua RT, Pak Labok. Namun ketua RT mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena massa terlalu banyak.

Setelah mendengar lapo­ran Sarah, personil Polsek Aru langsung menuju TKP, di­bantu oleh anggota Kora­mil 1503-03. (S-25/-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon