Politik ›› SETIA Tolak Hasil Pilkada di SBT

SETIA Tolak Hasil Pilkada di SBT

Ambon - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff-Zeth Sahuburua menolak hasil perolehan suara di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) karena diduga telah terjadi penggelembungan suara secara sistematis.

“SETIA menolak hasil perolehan suara di Kabupaten SBT karena terin­dikasi terjadi penggelembungan suara secara sistematis di sejumlah keca­ma­tan,” tandas Ketua Tim Data Pasangan SETIA, Afras Pattisa­husiwa kepada wartawan di Ambon, Jumat (21/6).

Selain indikasi pengge­lembungan suara, menu­rut Afras, para saksi pasa­ngan SETIA juga tidak dapat melaksanakan tu­gas­nya di sejumlah Tem­pat Pemungutan Suara (TPS), Panitia Pemu­ngutan Suara (PPS) maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Saksi yang kita tugaskan di sejumlah TPS ternyata ditolak oleh KPPS tanpa alasan yang jelas. Ada juga yang tidak diberikan formulir C1-KWK. Ada juga data perolehan suara di suatu TPS yang berbeda antara yang dimiliki pasangan nomor urut 3 dan empat pasangan lainnya sehingga patut diduga telah terjadi penggelembungan suara,” ungkapnya.

Dijelaskan, empat kecamatan di Kabupaten SBT yang diduga paling parah penggelembungan suaranya yaitu Kecamatan Werinama, Siwalalat, Kilmuri dan Teor.

“Saat ini kita sementara menu­nggu saksi kami dari Kabupaten SBT yang saat ini sementara meram­pungkan detail perolehan suara dari kecamatan-kecamatan yang berma­salah di Kabupaten SBT. Saya yakin pasangan calon yang lain juga akan memutuskan langkah yang sama dengan SETIA yaitu menolak hasil pilkada di Kabupaten SBT. Apalagi di beberapa kecamatan terjadi per­gantian perolehan suara. Jadi suara pasangan tertentu dikurangi lalu dipindahkan ke pasangan lain,” jelasnya.

Disisi lain, Afras juga meng­ung­kapkan Tim Data SETIA telah merampungkan hasil perolehan suara berdasarkan formulir C1-KWK. “Memang data ini tidak 100 persen. Kita hanya mencapai 96 persen. Kita terkendala informasi perolehan suara dari saksi yang berada di beberapa Kecamatan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) maupun hasil perolehan suara di empat kecamatan yang bermasalah di Kabupaten SBT,” ungkapnya.

Hasil perolehan suara berdasar­kan formulir C1-KWK, jelas Afras,  menempatkan pasangan SETIA di peringkat pertama dengan perole­han196.756 suara (23,48 persen), disusul pasangan Herman Koedoe­boen-Daud Sangadji (MANDAT) 188.060 suara (22,45 persen), Ab­dullah Vanath-Marthin Maspaitella (DAMAI) 172.861 suara (20,63 persen), Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa (TULUS) 162.867 suara (19,44 persen) dan juru kunci Jacobus F Puttileihalat-Arifin Tapi Oyihoe 117.304 suara (14 persen).

“Berdasarkan analisa kita, jika perolehan suara di sejumlah Keca­matan di Kabupaten SBT tetap dipaksakan dihitung maka pasangan SETIA dan DAMAI yang akan lolos ke putaran kedua, namun jika tidak maka tetap pasangan SETIA dan MANDAT yang lolos,” jelasnya. (S-12)



Berita Terkait


Ambon