Ambon - Memaknai bulan suci Ramadhan 1432 H, Pengurus Pusat Perhimpunan tujuh negeri basudara gandong Silatupatih (Paperu, Asilulu, Sila, Tulehu, Tial, Hulaliu dan Laimu) melakukan kunjungan silaturahmi, sekaligus melakukan kegiatan buka puasa bersama dengan warga binaan Lapas Klas II A Ambon, Senin (22/8).
Silaturahmi tersebut diterima langsung Kepala Lapas Klas II A Ambon, Farid Junaedi didampingi Kasie Pembinaan Narapidana, Renny Picaully; Kasie Kamtib, SM Makatita; Kasubsie Bimaswat, DJ Jadera serta Kaur Kepegawaian dan Keuangan, A Keliwulan serta Ketua Umum, Silatupatih; Husein Ely yang juga merupakan salah seorang warga binaan Lapas Klas II A Ambon.
Sekretaris Umum (Sekum) Silatupatih, Jhon Soukotta yang memimpin rombongan tersebut mengatakan, setidaknya ada dua aspek Ramadhan, yakni bagaimana umat yang menjalaninya meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SAW dan dalam hubungan sosial masyarakat selaku makhluk sosial, terciptanya nilai saling membantu di antara sesama dalam ibadah yang saling memberi seperti zakat, misalnya sebagai amal ibadah yang dijalani.
“Silatupatih secara genelogis, pertalian tujuh negeri adat di Maluku secara alamiah memiliki keunikan yang tidak terdapat pada hubungan negeri-negeri lainnya di Maluku di mana keberadaan neger-negeri tersebut adalah saling menjaga dan melindungi antara satu dengan yang lainnya,” ujarnya.
Soukotta mengaku, kunjungan ini, selain mempertemukan Silatupatih dengan elemen masyarakatnya juga sekaligus meninjau secara langsung keberadaan warga binaan Klas II A Ambon.
Sementara itu, Kepala Lapas Klas II A Ambon, Farid Junaedi mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang telah dilakukan karena hal ini jarang terjadi, di mana yang non muslim melakukan kegiatan buka puasa bagi yang muslim apalagi di tempat seperti ini.
Selain itu, salah satu warga binaan Lapas Klas II A Ambon, Frejon Taihutu mengatakan, pihaknya sangat terharu dan semoga kunjungan ini membawa hikmah tersendiri dalam hal penguatan iman bagi pihaknya. (S-16)