Kesra ›› Stok Beras Bulog Cukup untuk Tujuh Bulan Kedepan

Stok Beras Bulog Cukup untuk Tujuh Bulan Kedepan

Ambon - Stok beras yang dimiliki Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Maluku hingga tanggal 18 November 2009 sebanyak 22.815 ton.

Kepala Perum Bulog Divre Maluku Nono Sudiyono yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Administrasi dan Keuangan Perum Bulog Divre Maluku, Muhammad Hentihu saat rapat kerja (raker) dengan Komisi B DPRD Maluku, Jumat (20/11) menjelaskan stok berat sebanyak 22.815 ton tersebut cukup untuk tujuh bulan kedepan karena setiap bulan Bulog menyalurkan beras sebanyak 3.570 ke seluruh kabupaten/kota di Maluku.

Dalam raker yang dipimpin Ketua Komisi B Melkias L Frans, Sudiyono juga menjelaskan, Bulog Divre Maluku telah menyiapkan beras sebanyak 41.775 ton untuk program beras bagi keluarga miskin (Raskin) selama 12 bulan.

"Hal tersebut didasarkan pada surat dari Deputi Menteri Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Bidang Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat selaku Ketua Pelaksana Tim Koordinasi Raskin Pusat. Setiap bulan Rumah Tangga Sasaran (RTS) tiap bulan menerima raskin sebesar 15 kilogram, dimana 41.775 ton terbagi untuk Provinsi Maluku sebanyak 29.998 ton untuk 166.599 RTS dan Maluku Utara sebanyak 11.787 ton yang diperuntukan bagi 65.484 RTS," rincinya.

Menurutnya, realisasi penyaluran raskin 2009 hingga tanggal 18 November 2009 telah mencapai 22.207 ton atau 73,71 persen dari pagu sebesar 30.126 ton.

Sementara itu, untuk mengamankan harga gabah dan harga beras ditingkat produsen dan menampung hasil produsen petani padi, maka Bulog Divre Maluku pada tahun 2009 merencanakan melakukan pembelian beras sebesar 3.000 ton.

"Realisasi pengadaan hingga tanggal 20 November 2009 sebesar 2.870 ton atau 96 persen dari rencana pengadaan dan saya optimis sisa pengadaan sebesar 130 ton akan tercapai. Sementara untuk 2010 direncanakan pengadaan sebesar 5.000 ton, ungkap Sudiyono.

Dikatakan, penunggakan raskin yang terjadi di Maluku sejak tahun 2006-2008 sebesar Rp 4,911 miliar. (S-26)



Berita Terkait


Ambon