Pendidikan ›› Suara Pentury di Luar Dugaan Terpilih Jadi Rektor Unpatti

Suara Pentury di Luar Dugaan

Ambon - Thomas Pentury akhirnya terpilih menjadi Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) periode 2012-2016, setelah menumbangkan dua pesaingnya, yaitu Tonny Donald Pariela dan Agustinus Kastanya.

Proses pemilihan Rektor Unpatti berlangsung di Aula Rektorat Unpatti, Jumat (21/10), yang dipimpin Ketua Senat HB Tetelepta dan didampingi Sekretaris Roberth Oszaer. Dari 55 anggota Senat Unpatti, sebanyak 53 anggota, di antaranya hadir kecuali Hengky Hattu yang tak menampakan batang hidungnya hingga akhir proses tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh tidak hadir dalam pemilihan tersebut, namun diwakili oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Achmad Jasidik.

Proses pemilihan tersebut diawali dengan penyerahan surat Mendikbud yang memberikan kuasa kepada Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti, Achmad Jasidik untuk memberikan hak suaranya kepada Ketua Senat Unpatti, HB Tetelepta.

Ahmad Jasidik saat menyampaikan arahan Mendikbud mengatakan siapapun kandidat berhasil terpilih dalam pemilihan rektor tersebut, harus tetap memelihara dan menciptakan kondisi kampus yang aman, nyaman dan stabil dalam proses perkuliahan.

“Rektor yang terpilih nantinya harus mampu menjaga kondisi kampus selalu kondusif, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, serta menjaga kebersamaan,” katanya.

Ia juga mengharapkan rektor yang terpilih mampu mengedepankan program-program menuju perguruan tinggi yang mapan dan berkualitas untuk membawa kampus ini menuju universitas yang berskala international. “Unpatti di bawah kepemimpinan rektor yang baru harus mampu go international,” tandasnya.

Proses pemungutan suara dilakukan dengan cara seluruh anggota Senat Unpatti yang masing-masing memiliki satu hak suara serta perwakilan Mendikbud yang memiliki 29 hak suara mencoblos pada kertas suara yang telah disediakan.

Setelah seluruh anggota senat dan perwakilan Mendikbud selesai memberikan hak suara dilanjutkan proses perhitungan. Situasi dalam ruangan tersebut berubah menjadi tegang. Para calon rektor, anggota senat maupun para pendukung masing-masing calon terlihat tegang saat menyimak proses perhitungan suara.

Namun ketegangan tersebut berakhir, setelah Thomas Pentury terpilih sebagai Rektor Unpatti periode 2012-2016 setelah meraih 44 suara, disusul Tonny Donald Pariela (20 suara) dan Agustinus Kastanya (18 suara). Satu suara lagi dinyatakan tidak sah.

Sebelumnya saat pemilihan putaran pertama yang dilakukan 10 Agustus lalu, Pentury yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) memperoleh 17 suara, Sementara Pariela (Ketua Program Studi S2 Sosiologi) 16 suara, Kastanya (Ketua Program Studi Manajemen Hutan Program Pascasarjana Unpatti) meraih 12 suara.

Pentury ternyata unggul dalam pemilihan tersebut karena perwakilan Mendikbud memberikan 35 persen suara (setara dengan 29 suara) secara utuh kepadanya. Itu berarti Pentury menang setelah memperoleh 29 suara dari Mendikbud dan 15 suara dari anggota senat.

Sementara perolehan suara yang diraih Pariela di putaran kedua ini justru meningkat dari putaran pertama. Di putaran pertama, Pariela hanya didukung 16 orang anggota senat, namun di putaran kedua justru meningkat menjadi 20 orang. Begitu juga dengan Agustinus Kastanya yang di putaran pertama  hanya memperoleh 12 suara, namun di putaran kedua bertambah menjadi 18 suara dari anggota senat.

Perolehan suara yang diraih Pentury memang diluar dugaan, karena sebagian besar kalangan memprediksi suara menteri akan didistribusikan secara merata kepada ketiga kandidat.

Kubu Tonny Donald Pariela maupun Agus Kastanya dikabarkan merasa dirugikan dengan keputusan perwakilan Mendikbud hanya memberikan suara kepada satu kandidat.

Kepada wartawan usai pemilihan tersebut, Pentury yang merupakan calon rektor yang paling muda di antara dua calon lainnya mengatakan akan berupaya membawa Unpatti menjadi universitas yang unggul dan berkarakter untuk kebanggaan daerah dan bangsa sebagaimana visi dan misinya.

Pentury juga akan berupaya untuk memenuhi harapan Mendikbud untuk membawa Unpatti ‘go international’.

“Apa yang menjadi harapan Mendikbud bukan secara total unpatti harus menambahkan program-program yang berskala internasional, tetapi harus dimulai secara bertahap dengan program akademik yang bertaraf internasional serta program studi berstandar internasional, Memang tidak sekaligus kita akan menuju kesana karena menurut saya butuh banyak persiapann seperti infrakstruktur sumberdaya manusia, tetapi beberapa program studi yang memang menjadi andalan sudah bisa dibuka kelas-kelas internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unpatti, HB Tetelepta mengatakan setelah selesai pemilihan maka pihaknya langsung membuat berita acara untuk diserahkan kepada Direktur Kerjasama dan Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi untuk diserahkan kepada Mendikbud.

Selanjutnya, kata tetelepta yang telah menjadi Rektor Unpatti dua periode ini, pihaknya juga akan menyiapkan kelengkapan administrasi untuk disampaikan kepada Mendikbud agar segera memproses Surat Keputusan pengangkatan Rektor Unpatti periode 2012-2016 yang akan dilantik bersamaan dengan selesai masa jabatan rektor yang saat ini menjabat  pada 25 Januari 2012.

Berbeda dengan dua calon lainnya, Thomas Pentury merupakan calon rektor yang paling muda. Ia lahir di Ambon, 17 Mei 1963.

Pentury menamatkan pendidikan dasar diSDK Rehoboth 1 Ambon (1978), SMP Negeri 3 Ambon (1981), SMA Negeri 1 Ambon (1984), Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika FKIP Unpatti Ambon (1989), Program Master (S2) Program Studi Biostatika Universitas Airlangga (1997), Program Doktor (S3) Program Studi Matematika dan Sains Universitas Airlangga (2003)

Penyandang gelar Guru Besar Bidang Ilmu Statistika Multivariat sejak tahun 2005 ini saat menempati jenjang kepangkatan Pembina Utama Muda IV/c.

Selama berkarier di Unpatti, Pentury pernah menjadi Ketua Jurusan Matematika Fakultas MIPA (2004-2006), Ketua Badan Kerjasama (2006-2007), Sekretaris Badan Penjamin Mutu (2007-2008), Pejabat Sementara Sekretaris Lembaga Penelitian Unpatti (2008) dan Dekan Fakultas MIPA (2008-sekarang). (S-34)



Berita Terkait