Kesra ›› Sulit Pemerintah Pusat Naikan BBM

Sulit Pemerintah Pusat Naikan BBM

Ambon - Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Pusat, Wiwiek S. Widayat memastikan, Pemerintah Pusat tidak akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk tahun mendatang.

Dalam siaran persnya di Amboina Hotel, Jumat (17/4) Widayat menjelaskan bahwa, saat ini harga minyak dunia tidak stabil, karena terkadang berada diatas 50 US Dolar maupun diatas 47 US Dolar
Dijelaskan, walaupun harga minyak tidak stabil, namun agak sulit untuk Pemerintah menaikan harga BBM secara nasional kembali.
"Waktu itu pernah kita dengar kalau efersite yang ada di Pemerintah, sampai dengan harga BBM itu kondisinya berada disekitar 50, sekarang rata-rata dari Januari-April masih dibawah 40-43, jadi kalau rata-rata sampai 50 di tahun 2009 ini, maka Pemerintah tidak akan menaikan harga BBM, karena subsidi yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2009, itu masih cukup, kecuali kalau akan stop, kalau kita ikuti OPEC, 70-75, dan kalau itu mungkin bisa investasi, tetapi mungkin sulit juga untuk dipercaya, apakah benar harga minyak itu harus 70-75, "jelasnya.
Dijelaskan, komponen inflasi akan tumbuh karena harga BBM naik, maka secara otomatis harga-harga pangan juga turut mengalami kenaikan.
"Kalau proyeksifitas masih berada dalam ringsnya, sehingga peningkatan BBM itu tidak melewati 5-7, berarti BI Rate juga tidak akan bergerak, tetapi kalau peningkatan BBM seperti yang terjadi pada tahun 2008 lalu, itu naik tinggi dan itu berpengaruh besar pada harga-harga inflasi, misalkan katakanlah BBM itu akan naik misalnya 100 persen, maka dampaknya terhadap inflasi, itu akan bertambah sekitar 2-3 persen dan itu secara bertahap akan naik. Tetapi jika sepanjang kenaikan BBM hanya berkisar 10-15 persen, kita lihat menurut hitung-hitungan BI, harga minyak di APBN juga masih 45 US Dolar per berel, perkiraannya seperti itu, "jelasnya. (S-29)



Berita Terkait