Ambon - Kepala Bagian Pemerintahan Kota (Pemkot) Ambon John Tamtelahitu, diminta untuk tidak mengintervensi masalah pemerintahan di Negeri Naku.
Salah tokoh pemuda yang juga anak adat Negeri Naku, Richard de Fretes kepada wartawan di Ambon, Rabu (22/2), menegaskan, persoalan pemilihan dan penetapan Raja Negeri Naku telah selesai diproses dan menetapkan Marinus Johan Gaspersz sebagai calon tunggal yang dipilih oleh Saniri Negeri Naku pada tanggal 8 Januari 2012 lalu.
“Pemkot Ambon mestinya segera berproses untuk mengeluarkan surat keputusan Walikota tentang pelantikan Raja Naku bukan menambah masalah baru dengan membentuk saniri lengkap dengan alasan saniri yang memilih Gaspersz sebagai Raja Naku adalah saniri antar waktu, karena pengalihan dari Lembaga Masyarakat Desa (LMD) ke saniri sesuai dengan Pertauran Daerah (Perda) Kota Ambon Nomor: 13 Tahun 2008 tentang Negeri,” ujarnya.
Dia mengaku, pada awalnya ada tiga calon yang mendaftar, namun dua calon lainya tidak memenuhi syarat sehingga ditetapkan Marinus Johan Gaspersz sebagai calon Raja Negeri Naku tunggal yang harus segera dilantik oleh Walikota Ambon.
“Kami mempertanyakan ada apa dibalik semua ini, kenapa saniri sudah menetapkan Gaspersz sebagai calon tunggal yang mestinya harus segera dilantik, namun pemkot malah mendesak Pemerintah Negeri Naku untuk membentuk saniri lengkap dengan alasan saniri yang ada saat ini hanya saniri antar waktu. Kami minta agar Kabag Pemerintahan jangan terlalu ikut campur dalam pemerintahan di Naku, cukup hanya memfasilitasi saja,” tandasnya.
Menurutnya, jika pemkot mengetahui dari awal proses pemilihan dan penetapan calon Raja Naku bermasalah, mengapa terus membiarkannya dan disaat warga Naku menginginkan agar Marinus Johan Gaspersz segera dilantik menjadi raja yang definitif, pemkot kemudian mempermasalahkan dengan dalil saniri Naku itu hanya saniri antar waktu sehingga tidak dapat memilih dan menetapkan Gaspersz sebagai Raja Naku.
Semua permasalahan di Negeri Naku telah selesai dan Walikota diminta untuk segera melantik Marinus Johan Gasperz yang merupakan calon tunggal sebagai Raja Naku yang definitif.
“Warga dan rakyat Naku sangat memimpikan kehadiran sosok raja yang akan memimpin negeri adat tersebut untuk kemudian bersama rakyat membangun negeri ini demi kemahaslahatan masyarakat banyak,” katanya.
Pada kesempatan itu de Fretes juga mengajak warga Naku lainnya untuk terus mendorong agar raja defenitif segera dilantik, bukan dengan melontarkan pernyataan yang justru memperkeruh suasana. (S-26)