Terkait Penyerangan Anggota Denzipur V, Pangdam Minta Maaf

Terkait Penyerangan Anggota Denzipur V, Pangdam Minta Maaf

Ambon - Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Hatta Syafrudin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon yang menjadi korban pemukulan maupun rumahnya yang rusak akibat amukan belasan anggota Detazemen Zeni Tempur (Denzipur) V.

Permohonan maaf Pangdam ini disampaikan Kapendam Letkol. Arm. R. Gigi Giovanni kepada Siwalima, Sabtu (27/2).

"Pangdam menyampaikan permohonan maaf kepada warga Desa Poka akibat kesalahpahaman yang terjadi, sehingga mengakibatkan belasan rumah warga rusak dan pemukulan yang dilakukan oleh anggota Denzipur V," ujar Giovanni.

Giovanni mengatakan, Pangdam menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota Denzipur V terhadap warga Desa Poka (bukan Desa Rumah Tiga, seperti diberitakan sebelumnya), sehingga mencoreng nama baik dan citra TNI khususnya Angkatan Darat di mata masyarakat.

Ditegaskan, oknum-oknum anggota Denzipur V yang terlibat dalam peristiwa itu, akan diproses dan ditindak tegas, karena anggota TNI yang menjadi pelindung rakyat harus bisa menempatkan posisinya dalam berbagai masalah. Masalah-masalah seperti itu, harusnya dapat diselesaikan dengan baik, sehingga masyarakat tidak menjadi korban.

Selain itu, kata Giovanni, Pangdam juga berjanji akan bertanggung jawab untuk memperbaiki rumah warga Desa Poka yang rusak.

Mengenai senapan laras panjang jenis FNC yang dibawa anggota Denzipur V dalam aksi pengrusakan dan permukulan warga Desa Poka itu, masih dalam proses penyelidikan, dan jika terbukti maka akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Giovanni juga menambahkan, kondisi keamanan di Desa Poka telah kondusif, karena telah ditangani oleh Pomdam.

"Masalah ini telah ditangani Pomdam dan Dandim yang mempunyai wilayah kerja dan sudah melakukan koordinasi serta bermusyawarah dengan warga Desa Poka, sesuai petunjuk dari Pangdam," terangnya.

14 Orang Diperiksa

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya Kolonel Inf Bambang Hermanto kepada Siwalima menjelaskan, saat ini sebanyak 14 anggota Denzipur V yang terlibat penyerangan sementara diperiksa intensif di Pomdam XVI/Pattimura.

"Ada 14 anggota Denzipur V yang telah diperiksa, jadi kita tunggu saja hasil pemeriksaan oleh pihak POM," jelasnya saat meninjau proses perbaikan rumah-rumah warga rusak yang dilakukan oleh anggota Denzipur V.

Saat itu, Danrem didampingi oleh Dandim 1504 Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Letkol Arm Dadan Rusmanah serta Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Didik Agung Widjanarko.

Sebelumnya diberitakan, belasan anggota Denzipur V Kodam XVI/Pattimura yang bermarkas di kawasan Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon, mengamuk di perumahan warga di RT 006/02.

Akibat amukan anggota Denzipur V ini, menyebabkan 10 rumah warga mengalami kerusakan, karena dipukul dengan kayu serta dilempar dengan batu. Selain itu, ada dua warga yang menjadi korban penganiayaan. Bahkan ada dua warga yang sempat ditodong dengan senjata laras panjang jenis FNC.

Dari informasi yang dihimpun Siwalima di TKP, kejadian penyerangan ke perumahan warga ini terjadi pada Jumat (26/2) sekitar pukul 15.00 Wit.

Saat itu, belasan anggota Denzipur V datang dengan menggunakan satu unit truk serta ada juga yang menggunakan sepeda motor. Tujuan kedatangan mereka ini ke rumah ketua pemuda setempat, Albert Barends (44).

Begitu tiba di kompleks warga, mereka langsung membabi buta menghajar beberapa pemuda. Tercatat ada dua pemuda yang menjadi korban penganiayaan yaitu Izaac Tualahuru (19) dan Laurens Izaac (34).

Tualahuru menderita memar pada sekujur tulang belakangnya akibat pemukulan yang dilakukan oleh anggota Denzipur V, sementara Izaac walaupun sempat digebukin namun masih bisa meloloskan diri.

Selain itu, Ibu Alfred Tuahaluru sempat diancam oleh anggota Denzipur V dengan menggunakan sangkur.

Ada juga dua warga yang ditodong anggota Denzipur 5 dengan senjata yaitu Steven Sipahelut dan Adam Nirahua.

Peristiwa ini diduga, imbas dari kejadian sebelumnya yaitu percekcokan antara dua tukang ojek yaitu Mario Kayadoe (28) dan Anwar (25), yang berpangkalan di depan kampus Fakultas Hukum Universitas Pattimura Kamis (25/2) sekitar pukul 23.00 Wit

Saat itu, Anwar merasa tidak puas atas permasalahan diantara keduanya dan kemudian melaporkan masalah ini ke kakaknya anggota Denzipur V Pratu Saleh Asurati.

Asurati kemudian bersama salah satu anggota Denzipur lainnya kemudian menyelesaikan masalah kedua orang ini di rumah kepala pemuda setempat yaitu Albert Barends, dan masalah ini kemudian dinyatakan selesai pada malam itu juga.

Namun, dengan tak disangka-sangka dan tanpa alasan yang jelas, pada keesokan harinya (Jumat-red) belasan anggota Denzipur V dengan bersenjatakan sangkur dan senapan laras panjang jenis FNC kemudian menyerbu kompleks perumahan warga setempat dengan menggunakan satu unit mobil truk dan ada juga anggota yang berboncengan dengan sepeda motor.

Dari aksi membabi buta anggota Denzipur yang diperkirakan berlangsung sekitar 40 menit ini, sebanyak sepuluh rumah warga dan satu gedung Sekretariat Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Poka mengalami kerusakan akibat dilempari dengan batu.

Sepuluh rumah warga yang rusak yaitu milik Pieter Izaac, Tonci Izaac, Julius Tualauru, Caka Tualauru, Benoni Yoris, R Sipahelut, Leunufna, C Talahatu, J Yoris dan Albert Barends yang rumahnya rusak berat karena diduga menjadi sasaran utama.

Setelah melakukan aksinya, anggota Denzipur ini kemudian menghilang. Namun masyarakat sementara mengamankan sebuah sangkur yang diperkirakan jatuh dari tangan pemiliknya saat mengamuk di rumah warga.

Selain itu, dua sepeda motor yang diduga digunakan anggota Denzipur 5 saat ini sementara diamankan warga. Dua unit sepeda motor tersebut yaitu Honda Revo dengan nomor polisi DE 2389 RC dan Yamaha Yupiter dengan nomor polisi 2769.

Dipihak warga sendiri selain kerugian sebelas bangunan yang rusak, ada juga sepeda motor warga yang sempat dibawa oleh anggota Denzipur 5 yaitu Yamaha Mio dengan nomor polisi DE 5416 AJ.

Ambil Tindakan Tegas

Ketua Komisi A DPRD Maluku Richad Rahakbauw meminta Pangdam untuk mengambil tindakan tegas terhadap anggota Denzipur V yang terlibat penyerangan dan pengrusakan rumah-rumah warga Desa Poka.

"Tindakan tegas harus diambil, sehingga menjadi pelajaran bari anggota yang lain, agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum," tandasnya kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Sabtu (27/2).

Rahakbauw menambahkan, Komisi A dalam waktu dekat akan membicarakan masalah keamanan di Maluku dengan Pangdam, sekaligus membicarakan peristiwa kekerasan yang dilakukan anggota Denzipur V tersebut.

Langgar HAM

Praktisi hukum Maluku, Samson Atapary kepada Siwalima, Sabtu (27/02) mengatakan, tindakan kekerasan anggota Denzipur V, bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

"Ini sudah berkaitan dengan pelanggaran HAM. Untuk itu, Komnas HAM perwakilan Maluku harus berperan aktif. Selain melakukan tindakan pengrusakan rumah, juga telah melakukan tindakan-tindakan kekerasan terhadap masyarakat. Ini mesti dilihat secara serius, sebab masyarakat kecil telah menjadi korban," tandasnya.

Menurutnya, organisasi-organisasi yang peduli terhadap kemajuan dan penegakkan HAM harus menyuarakan peristiwa ini ke tingkat nasional, terutama kepada Komnas HAM.

"Siapa yang melakukan kesalahan harus ditindak sesuai dengan hukum. Sebab persoalan ini tidak bisa dilihat sepele, sebab jumlah anggota yang melakukan tindak kekersan itu, cukup banyak," ujar Atapary.

Atapary kembali menegaskan, peristiwa ini sudah tergolong pelanggaran HAM, sehingga perlu ada proses hukum yang dilakukan sebagai bukti bahwa hukum tidak memihak kepada orang-orang atau kelompok tertentu.

Sementara itu, `Koordinator Wilayah (Korwil) XI PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku, Jefry Rehiraky lewat pesan singkatnya kepada Siwalima, Sabtu (27/02) mengecam tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota Denzipur V terhadap warga Desa Poka.

"GMKI mengecam tindakan premanisme seperti itu. Kami meminta Pangdam dan DPRD untuk meminta tanggung jawab Komandan Denzipur yang sekaligus menindak anak buahnya yang melakukan ketidaknyamanan di masyarakat," tegasnya. (mg-3/mg-4)



Berita Terkait


Ambon