Kriminal ›› Tetapkan Tersangka Korupsi Bandara Kufar Polisi Masih Tunggu Audit BPK

Tetapkan Tersangka Korupsi Bandara Kufar

Ambon - Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku sampai sekarang masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPK RI untuk menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Banda Udara (Bandara) Kufar di Kabupaten Seram bagian Timur (SBT). “Penyidik menunggu hasil audit BPK pusat dikarenakan proyek Bandara Kufar dikerjakan menggunakan dana APBN,” kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Hasan Mukadar kepada Siwalima Senin (30/4).

Mukadar mengaku, sudah tiga kali Ditreskrimsus  menyurati BPKP pusat, namun hingga kini belum ada jawaban. “Sampai sekarang pun kami masih pertanyakan hasil audit, tapi belum ada jawaban,” tandasnya Mukadar.

Untuk diketahui, sedikitnya empat calon ter­sangka dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Bandara Kufar, telah dikantongi Ditreskrimsus. Empat calon tersangka tersebut adalah Aan Sukri, Chairul Anwar, Said Udin Letsoin dan Jhon Rante.

Jhon Rante adalah Pejabat Pem­buat Komitmen (PPK), sedangkan Aan Sukri menjabat Kuasa Peng­guna Anggaran (KPA).  Sementara Chairul Anwar, dan Said Udin Letsoin belum jelas peranan mereka sebagai apa. Mereka berempat masuk dalam daftar calon tersangka, setelah penyidik mengembangkan penye­lidi­kan dalam  proyek pengerjaan tanah tahap III pembangunan Bandara Kufar tahun 2011, senilai Rp 4.289.812. 108.00.

Untuk diketahui, Pembangunan Bandara Kufar satu paket dengan Bandara Namniwel di Namlea Kabupaten Buru dan Bandara di Maluku Tenggara Barat (MTB), namun hingga kini Bandara Kufar belum dibangun, sementara bandara di Namlea dan MTB sudah dalam tahap perampungan. Bandara Kufar yang dikerjakan oleh CV. Cahaya Mas Perkasa (CMP) milik Frangky Tanaya alias Aseng ini dibiayai  dana APBN, dengan beberapa tahap pencairan terhitung tahun 2008 hingga tahun 2011. Dana termin pertama proyek Bandara Kufar SBT telah dicairkan Rp 20 milyar dari APBN 2008, termin kedua Rp 70 mil­yar APBN 2009, termin ketiga Rp 5 milyar APBN tahun 2010 dan termin keempat Rp 4 milyar APBN tahun 2011.

Walaupun puluhan milyar telah dicairkan, namun pekerjaan yang dilakukan hanya berupa penggusuran lokasi, tetapi proses pembangunan tidak dilakukan hingga triwulan pertama tahun 2010. Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Sulistyono sebelumnya pernah menyebutkan Direktur CV. CMP, Frangky Tanaya alias Aseng masuk dalam daftar calon tersangka. Namun anehnya saat Kabid Humas memberikan penjelasan, namanya tak lagi disebutkan. (S-32)



Berita Terkait


Ambon