Ambon - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh akhirnya menetapkan HB Tetelepta sebagai Pejabat Sementara Rektor Universitas Pattimura (Unpatti).
Keputusan tersebut disampaikan Mendikbud kepada Tetelepta saat pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) – Jakarta, Jumat (27/1).
Penetapan Pejabat Sementara Rektor Unpatti diputuskan Mendikbud karena masa jabatan Tetelepta sebagai Rektor Unpatti periode 2008-2012 telah berakhir 25 Januari 2012, sementara hingga saat ini rektor periode 2012-2016 belum dilantik.
Penjabat Sementara Rektor Unpatti, HB Tetelepta yang dikonfirmasi Siwalima tadi malam mengaku, setelah rencana pelantikan Rektor Unpatti periode 2012-2016 tidak dilakukan oleh Mendikbud, maka dirinya dipanggil secara mendadak ke Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah pejabat Kemendikbud.
“Kami baru saja selesai mengikuti rapat yang dihadiri oleh para pejabat utama Kemendikbud diantaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti), Inspektorat, Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian, saya dan juga Ketua Komisi Pemilihan Calon Rektor (KPCR) Unpatti, A Watloly,” ungkapnya.
Tetelepta menjelaskan, dirinya sudah memperoleh salinan Keputusan Mendikbud tentang penetapan Pejabat Sementara Rektor Unpatti usai pertemuan yang berlangsung di kantor Kemendikbud.
“Saya sudah mendapatkan Keputusan tentang Pejabat Sementara Rektor dari Dirjen Dikti dan Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian di awal pertemuan. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Mendikbud dan saya akan menjadi penjabat sementara hingga proses pelantikan rektor periode 2012-2016 digelar,” jelasnya.
Dikatakan, dalam pertemuan tersebut dirinya juga mengklarifikasi beberapa hal diantaranya masalah putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan gugatan yang diajukan Pembantu Rektor II Unpatti, Hendrik Hattu terkait proses penjaringan dan pemilihan rektor.
“Hasil rapat tersebut akan disampaikan ke Mendikbud untuk menetapkan kebijakan selanjutnya. Jadi keputusan pelantikan rektor itu sekarang ada di tangan Mendikbud, namun sampai saat ini Mendikbud belum mengeluarkan keputusan untuk melantik Thomas Pentury sebagai Rektor Unpatti periode 2012-2016,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPCR Unpatti, A Watloly yang dikonfirmasi Siwalima tadi malam mengaku, dalam pertemuan tersebut pihaknya mengklarifikasi dua temuan Inspektorat Kemendikbud.
“Dalam pertemuan tadi kita mengklarifikasi dua temuan inspektorat, yaitu Pertama, terkait temuan Inspektorat menyangkut waktu penjaringan rektor yang harus dilakukan lima bulan sebelum batas akhir masa jabatan rektor atau sebelum tanggal 25 Januari 2012. Namun hal itu sudah diklarifikasi dan tidak ada masalah,” ungkapnya.
Temuan lainnya, kata Watloly, yaitu menyangkutstatus dua orang guru besar saat pemilihan rektor digelar dianggap ilegal, yaitu Mus Huliselan dan Ronny Titaheluw.
“Namun kita sudah sampaikan klarifikasi bahwa Surat Keputusan Rektor Unpatti tentang perpanjangan status keanggotaan senat mereka itu sudah dikeluarkan sejak 21 September 2011 sehingga tidak menjadi masalah,” katanya.
Sebagaimana diketahui, semula dijadwalkan pelantikan Thomas Pentury sebagai Rektor Unpatti periode 2012-2016 akan dilakukan Selasa (24/1), namun ternyata tidak dilaksanakan.
Kemudian tersiar kabar pelantikan akan dilakukan di Jakarta, Jumat (27/1), hingga menyebabkan para pejabat di jajaran Unpatti ramai-ramai berangkat ke Jakarta, namun ternyata hal tersebut hanyalah kabar bohong.
Thomas Pentury terpilih menjadi Rektor Unpatti periode 2012-2016, setelah menumbangkan dua pesaingnya, yaitu Tonny Donald Pariela dan Agustinus Kastanya.
Proses pemilihan Rektor Unpatti berlangsung di Aula Rektorat Unpatti, Jumat (21/10), yang dipimpin Ketua Senat, HB Tetelepta dan didampingi Sekretaris, Roberth Oszaer. Dari 55 anggota Senat Unpatti, sebanyak 53 anggota di antaranya hadir kecuali Hengky Hattu yang tak menampakan batang hidungnya hingga akhir proses tersebut.
Mendikbud Muhammad Nuh tidak hadir dalam pemilihan tersebut, namun diwakili oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Achmad Jasidik.
Pentury terpilih sebagai Rektor Unpatti periode 2012-2016 setelah meraih 44 suara, disusul Tonny Donald Pariela (20 suara) dan Agustinus Kastanya (18 suara). Satu suara lagi dinyatakan tidak sah.
Sebelumnya saat pemilihan putaran pertama yang dilakukan 10 Agustus lalu, Pentury yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) memperoleh 17 suara, Sementara Pariela (Ketua Program Studi S2 Sosiologi) 16 suara, Kastanya (Ketua Program Studi Manajemen Hutan Program Pascasarjana Unpatti) meraih 12 suara.
Pentury ternyata unggul dalam pemilihan tersebut karena perwakilan Mendikbud memberikan 35 persen suara (setara dengan 29 suara) secara utuh kepadanya. Itu berarti Pentury menang setelah memperoleh 29 suara dari Mendikbud dan 15 suara dari anggota senat.
Sementara perolehan suara yang diraih Pariela di putaran kedua ini justru meningkat dari putaran pertama. Di putaran pertama, Pariela hanya didukung 16 orang anggota senat, namun di putaran kedua justru meningkat menjadi 20 orang. Begitu juga dengan Agustinus Kastanya yang di putaran pertama hanya memperoleh 12 suara, namun di putaran kedua bertambah menjadi 18 suara dari anggota senat.
Berbeda dengan dua calon lainnya, Thomas Pentury merupakan calon rektor yang paling muda. Ia lahir di Ambon, 17 Mei 1963.
Pentury menamatkan pendidikan dasar diSDK Rehoboth 1 Ambon (1978), SMP Negeri 3 Ambon (1981), SMA Negeri 1 Ambon (1984), Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika FKIP Unpatti Ambon (1989), Program Master (S2) Program Studi Biostatika Universitas Airlangga (1997), Program Doktor (S3) Program Studi Matematika dan Sains Universitas Airlangga (2003). Penyandang gelar Guru Besar Bidang Ilmu Statistika Multivariat sejak tahun 2005 ini saat menempati jenjang kepangkatan Pembina Utama Muda IV/c.
Selama berkarier di Unpatti, Pentury pernah menjadi Ketua Jurusan Matematika Fakultas MIPA (2004-2006), Ketua Badan Kerjasama (2006-2007), Sekretaris Badan Penjamin Mutu (2007-2008), Pejabat Sementara Sekretaris Lembaga Penelitian Unpatti (2008) dan Dekan Fakultas MIPA (2008-sekarang). (S-35)