Hukum ›› Tim Teknis Pemeriksaan Fisik SD Temukan Penyimpangan

Tim Teknis Pemeriksaan Fisik SD Temukan Penyimpangan

Masohi - Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dalam melakukan pemeriksaan fisik terhadap 74 Sekolah Dasar (SD) penerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2007 senilai Rp 18,5 milyar, menemukan indikasi penyimpangan.

Demikian diungkapkan salah satu anggota tim teknis Dinas PU Malteng, Abe Nanlohy kepada Siwalima di kantor Dinas PU setempat, Senin (21/3).

Pasalnya, teknis Dinas PU ini dimintai bantuan oleh Kejaksaan Negeri Masohi untuk menghitung kerugian negara secara fisik bagi 74 sekolah penerima DAK 2007 senilai
Rp 18.5 milyar yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Malteng.

"Dari 74 sekolah di 14 kecamatan, hanya tinggal tiga buah sekolah yang belum selesai dihitung fisiknya," kata Nanlohy.

Nanlohy menjelaskan, sekolah-sekolah yang telah selesai dilakukan perhitungan kerugian negera berdasarkan fisik, yaitu kecamatan Seram Utara, Leihitu, Salahutu, Nusalaut, Saparua, TNS dan Kecamatan Kota Masohi.

"Kita usahakan dalam minggu-minggu ini semuanya akan selesai dihitung, karena kita melihat dari sisi hukumnya," ujar Nanlohy.

Menurutnya, tim teknis bekerja sesuai permintaan Kejari Masohi, dan hasil perhitungan tersebut akan diserahan ke Kejari Masohi.

"Rata-rata ada temuan lapangan penyimpangan, tetapi nilainya belum ditotalkan semuanya," jelas Nanlohy.

Untuk diketahui, Kejari Masohi dalam penyidikan kasus DAK Pendidikan Malteng senilai 18,5 milyar ini, sejak tahun 2008 lalu telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Dikpora) Malteng, Nadjib Pelupessy dan mantan bendaharan dinas, Susilawati.

Kendati telah menetapkan dua tersangka yang sudah berlangsung begitu lama, namun hingga kini Kejari Masohi belum menahan mereka dengan alasan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Maluku yang diminta menghitung kerugian negera kasus tersebut, menyarankan kepada Kejari Masohi untuk melakukan
perhitungan kerugian negara berdasarkan fisik sekolah penerima bantuan tersebut.

Sumber Siwalima di Kejari Masohi sebelumnya mengatakan, pihaknya memperkirakan
pada bulan April mendatang, hasil perhitungan kerugian negara dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tahun 2007 akan rampung.

Pasalnya, proses perampungan tersebut berdasarkan fisik 74 Sekolah Dasar yang merupakan penerima bantuan dana DAK pendidikan yang dikelola oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten setempat dan di mana proses perhitungannya dilakukan oleh tim teknis Dinas PU Kabupaten Malteng.

Menurut sumber tersebut, jika hasil perhitungan BPKP Perwakilan Maluku menemukan indikasi adanya kerugian Negara, maka Kejari Masohi akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kadikpora, Najib Pelupessy dan mantan bendahara dinas, Susilawati yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ketika disinggung soal apakah setelah melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka tersebut akan langsung ditahan, sumber tersebut enggan menyebutkannya, karena itu merupakan kewenangan Kepala Kejari Masohi. (S-24)



Berita Terkait


Ambon