Ambon - Berdasarkan hasil Survey Kegiatan Usaha (SKDU) di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Cabang Ambon pada triwulan III tahun 2010, mengindikasikan perkembangan kegiatan usaha mengalami peningkatan jika dibandingkan periode sebelumnya.
Hal ini ditunjukkan dengan saldo bersih sebesar 29,69 persen dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatat saldo bersih sebesar 9,32 persen, hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan I yang mengalami pertumbuhan tahunan (y.o.y) sebesar 6,95 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2009 sebesar 5,25 persen.
Demikian dijelaskan, Deputi Pemimpin Bank Indonesia Cabang Ambon Bandoe Widiarto dalam sambutannya dalam acara silaturahmi Bank Indonesia Ambon dengan petugas dan responden survei, yang berlangsung di Hotel Manise, Rabu (1/12).
Dikatakan, survey konsumen pada periode November 2010 yang dilakukan di Kota Ambon menunjukan indeks optimis konsumen meningkat terhadap kondisi perekonomian regional maupun nasional. Meningkatnya optimis tersebut ditandai dengan naiknya indeks keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dibandingkan enam bulan sebelumnya.
"Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan November 2010 tercatat sebesar 126,67, angka ini sebagai hasil dari angka Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini sebesar 120.48 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 132,86," ungkapnya.
Selain itu berdasarkan hasil Survey Kredit Usaha Perbankan (SKUP) pada triwulan III, permintaan masyarakat terhadap kredit baru semakin meningkat secara cukup signifikan, hal ini ditunjukkan oleh responden yang menjawab permintaan kredit baru dari masyarakat meningkat antara satu persen sampai 10 persen sebanyak 14 kantor bank (53,85 persen), tiga responden (23,08 persen) menyatakan meningkat secara tajam dan satu bank (7,69 persen) menyatakan hal yang sama.
"Prioritas pengunaan permintaan kredit baru pada triwulan laporan masih dominan pada jenis konsumsi, dengan pangsa pasar sebesar 50 persen kemudian disusul oleh kredit modal kerja sebesar 33,33 persen dan kredit investasi sebesar 16,67 persen," terangnya.
Menurutnya, peningkatan kredit usaha baru tersebut terutama dipengaruhi oleh keyakinan kalangan usaha akan prospek usaha mendatang yang meningkat dan didorong oleh ringannya persyaratan kredit berangsur, turunnya tingkat suku bunga kredit yang rendah dan alasan lainnya.
"Pepatah mengatakan, jika data yang diberikan tidak benar, maka akan menghasilkan penghitungan dan analisis yang tidak benar pula, namun saya yakin kita semua menginginkan perekonomian Maluku berjalan ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (S-30)
|
|
|