Politik ›› Tuasikal - Lewerissa 'Bentrok'

Tuasikal - Lewerissa 'Bentrok'

Ambon - Kisruh di tubuh Partai Gerindra pasca penetapan DCS, berdampak pahit terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa. Terkait masalah ini, keduanya bahkan dikabarkan sempat “bentrok”.

Basis massa sejumlah Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) yang dicoret oleh Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewe­rissa mengancam akan menarik duku­ngan kepada pasangan berjuluk BETA TULUS.

Ancaman tersebut membuat Tua­sikal kecewa dan menyayangkan langkah  Lewe­rissa, yang juga calon Wakil Gubernur pasangan Tuasikal untuk maju dalam Pilkada Maluku 11 Juni  mendatang. 

“Pak Tuasikal saat bertemu dengan saya di Desa Hutumuri, Sabtu (11/5) lalu memang sempat menyentil ke­putusan yang diambil Lewerissa sebagai Ke­­tua DPD Gerindra Provinsi Maluku. Tu­a­­sikal menye­sal­kan keputusan terse­but diambil oleh Le­we­rissa karena teng­gang waktu tinggal beberapa minggu ini sudah digelar pilkada. Tuasikal menyesal ke­napa harus mengambil jalan pintas seperti itu tanpa harus ber­koor­dinasi. Pembicaraan ini terjadi saat Tua­sikal hadir pada kegiatan salah satu muhabet di Desa Hutumuri,” ungkap Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Leitimur Selatan, Colombus J Souhuwat kepada Siwalima di Ambon, Rabu (15/5).

Souhuwat mengatakan pihaknya akan te­tap legowo dan menerima keputusan yang diambil oleh Lewe­rissa namun yang bersangkutan juga memberikan penjelasan yang rasional terkait tidak diakomodirnya beberapa Ketua PAC dalam Daftar Calon Anggota Legislatif Sementara (DCS) .

“Kita memang mempertanyakan penyebab tidak diakomodirnya ke­tiga PAC yang juga sebagai kader partai untuk masuk dalam DCS, sebab kita telah melalui tahapan mekanisme yang jelas dan prosedural berda­sarkan regulasi partai. Bahkan ha­silnya sudah disepakati dalam rapat Pleno DPC Kota Ambon.  Sesuai hasil pleno, saya ditempatkan pada nomor urut 4 Dapil Ambon-1 se­mentara dua rekan saya yang lain menempati nomor urut 5 dan nomor Urut 7 Dapil Ambon-4. Yang terjadi justru kita dihilangkan dari DCS dan diganti oleh orang-orang dekat Lewe­rissa. Jika hanya karena alasan untuk meraih kursi legislatif maka hal itu tidak rasional karena kita mem­pu­nyai basis massa yang jelas,”  katanya.

Ditegaskan, jika tidak ada niat baik dari untuk menjelaskan penco­retan tiga Ketua PAC dari DSC maka pihaknya sudah pasti menarik du­ku­ngan dari pasangan BETA TU­LUS.  “Jika caranya seperti ini sama saja dengan Lewerissa mematikan emb­rio setiap PAC yang dihapus dalam DCS hasil pleno DPC Gerindra Kota Ambon,” tandasnya.

Berulangkali Siwalima menghu­bungi Lewerissa, namun teleponnya tidak di­jawab. Begitu juga dengan SMS yang dikirim kepadanya, tidak berbalas.

Sementara itu, Rabu (15/5) malam,Tuasikal menjawab pesan dingkat yang dikirim Siwalima, terkait pernyataan Colombus Souhuwat.

“Seng pernah ada rapat,” tulis mantan Bupati Maluku Tengah itu. Kendati membalas pesan singkat, namun saat dikonfirmasi lebih lanjut, Tuasikal enggan menjawab pang­gilan telepon.

Sebagaimana diketahui, sepak terjang yang dilakukan Hendrik Lewerissa sudah tercium oleh para kadernya. Ia diduga mendalangi kekisruhan DCS DPRD Kota Ambon pada Pemilu 2014 mendatang se­hingga tiga Ketua PAC tidak diakomodir.

Ketiga Ketua PAC tersebut yaitu Ketua PAC Baguala Naftali Sambon­waman, Ketua PAC Gerindra Teluk Ambon Philip Pattinama dan Ketua PAC Leitimur Selatan Columbus Souhuwat.

Sesuai lampiran penetapan caleg DPRD Kota Ambon  oleh DPC Gerindra Kota Ambon saat rapat pleno pada tanggal 2 April, pada daerah pemilihan Ambon-1 (Kecamatan Sirimau-Leitimur Selatan) berjumlah 7 orang, namun ketika diusulkan untuk mendapat persetujuan dari DPP ternyata nama Ketua PAC Leitimur Selatan Columbus Souhuat sudah diganti dengan Ony Wattimena.

Hal yang sama juga terjadi di dae­rah pemilihan Ambon-4 (Kecamatan Baguala dan Teluk Ambon). Ketua PAC Baguala Naftaly Sambonwaman diganti dengan Christiano Laturiuw sedangkan Ketua PAC Teluk Ambon Philip Wattimena diganti dengan Cres Passal.

Kecaman terhdap Lewerissa juga dilontarkan Ketua PAC Gerindra yang tak diakomodir dalam daftar caleg, terkait Caleg DPR RI, dimana Am­rullah Amri Tuasikal berada pada nomor urut 1 dari daerah pemi­lihan (dapil) Maluku, menggeser Taslim Azis.

Anak dari calon Gubernur Maluku yang diusung Partai Gerindra Abdullah Tuasikal ter­sebut, dinilai bukan merupakan kader Gerindra, bahkan belum matang dalam kancah politik untuk mem­per­juangkan aspirasi dan pembangunan di bumi raja-raja ini, sehingga sangat tidak wajar untuk diusung.

“Keputusan itu sangat tidak wajar karena dia belum punya berpenga­laman,” tandas Ketua Pengurus Anak Cabang Baguala, Naftaly Sam­bonwaman, kepadaSiwalima, di Ambon, Selasa (14/5).

Kader yang telah berbhakti sejak berdirinya Gerindra berdiri di pro­vinsi Maluku ini menilai, tidak pantas jika figur dari luar partai diutamakan dan kemudian menggusur Koor­di­nator Wilayah Maluku  Taslim Azis, yang seharusnya menempati nomor urut 1 dalam daftar caleg.

“Kita sangat heran karena orang luar bisa masuk dengan mudah dan langsung menempati nomor urut 1 dalam daftar caleg. Olehnya itu, kita mengharapkan para petinggi partai jangan hanya karena ada tawar menawar politik lalu diakomodir, tetapi harus lihat masa depan partai, pintanya. (Mg-4)



Berita Terkait


Ambon