Politik ›› Tuasikal Tuding Tenggara Raya Penyebab Kemiskinan

Tuasikal Tuding Tenggara Raya Penyebab Kemiskinan

Ambon - Abdullah Tuasikal mantan Bupati Maluku Tengah (Malteng) yang saat ini mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku menuding kawasan Tenggara Raya menjadi penyebab tingginya tingkat kemiskinan di Maluku.

Ia juga mengaku Kabupaten Mal­teng yang pernah dipimpin­nya bukanlah penyumbang tingkat kemiskinan tertinggi di Maluku.

Hal itu diungkapkan Tuasikal saat berkampanye di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Selasa (28/5).

Tuasikal justru menuding kabupaten-kabupaten di kawasan Tenggara Raya, serta Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Seram Bagian Barat (SBB) menjadi penyumbang tingkat kemiskinan tertinggi di Maluku.

“Ada yang bilang kontribusi kemiskinan terbanyak bagi Provinsi Maluku adalah Kabupaten Malteng. Semuanya itu bohong dan provokatif. Kontribusi kemiskinan terbesar adalah kawasan Tenggara Raya, Kabupaten SBT dan SBB. Bukan Kabupaten Malteng,” katanya.

Di depan massa pendukungnya, Tuasikal justru mengaku selama 10 tahun memimpin Kabupaten Malteng berhasil mensejahterakan rakyatnya. 

Pernyataan Tuasikal tersebut ternyata berbeda 180 derajat dengan kondisi di lapangan. Masyarakatnya masih hidup susah. Banyak fasilitas umum yang sudah rusak bertahun-tahun justru dibiarkan begitu saja dan tidak pernah diperbaiki.

Sebagaimana diketahui, hasil Sensus Nasional Badan Pusat Statistik (BPS) memetakan Provinsi Maluku termasuk wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan yang cukup parah.

Provinsi Maluku termasuk deretan provinsi masih menghadapi persoalan kemiskinan yang cukup parah. Meskipun sumberdaya alam tersedia di seluruh wilayah namun Maluku menempati peringkat ketiga provinsi termiskin di Indonesia.

Beberapa waktu lalu, calon Gubernur Maluku Herman Koedoeboen saat menyampaikan visi-misi pasangan Herman Koedoeboen-Daud Sangadji (MANDAT) di depan  Rapat Paripurna Istimewa DPRD Maluku dengan agenda Penyampaian Visi Misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang berlangsung di Baileo Rakyat Karang Panjang, Kamis (23/5) mengungkapkan Kabupaten Malteng dan SBB menjadi penyumbang tingkat kemiskinan terbesar di Maluku.

Kontribusi dari dua kabupaten ini sangat berpengaruh besar, sehingga menempatkan Provinsi Maluku pada urutan ketiga termiskin di Indonesia. Yang anehnya mantan Bupati Malteng Abdullah Tuasikal dan Bupati SBB Jacobus F Puttileihalat juga mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku dan sesumbar mampu menurunkan tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku.

“Dua kabupaten yang memberikan kontribusi terbesar tingkat kemiskinan di Maluku yaitu Kabupaten Malteng dan SBB. Hal ini yang membuat Maluku berada pada posisi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tandas Koedoeboen saat itu.

Koedoeboen menjelaskan, masyarakat Maluku masih tergolong miskin karena rendahnya tingkat ketrampilan sumber daya manusia dan aksebilitas masyarakat untuk memperoleh modal.

“Kemiskinan tidak seharusnya menempatkan Maluku pada posisi terpuruk di Indonesia, sebab fakta terhadap penganggaran pemerintah pusat yang diberikan terutama Dana Alokasi Khusus melaluiformula kependudukan. Pertanyaan kita adalah dimana Dana Balai Latihan Kerja yang dibangun dengan biaya besar di kabupaten/kota sehingg masyarakat kita tidak terampil,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sesuai Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Maluku tertanggal 2 Januari 2013 ternyata jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan) di Maluku pada bulan September 2012 sebesar 338.890 orang (20,76 persen), Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan September 2011 yang berjumlah 356.410 orang (22,45 persen) maka terjadi penurunan penduduk miskin sebanyak 17.520 orang. (S-21)



Berita Terkait


Ambon