Pendidikan ›› UN SD di Kota Ambon Lancar

UN SD di Kota Ambon Lancar

Ambon - Secara nasional pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar Menengah Atas dan Madrasah Ibtidayah (SD/MI), Kemarin, Senin (11/5) dilakukan secara serentak diseluruh indonesia, dimana pelaksanaan UN tingkat SD.MI di Kota Ambon berjalan aman dan lancar.

Untuk tahun 2009 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) yang mana nilai kelulusan meningkat menjadi 4,50, namun dinas pendidikan kota Ambon menargetkan agar 5.638 peserta UN tersebut lulus seratusd persen.

Pemerintah Kota Ambon berkesempatan membuka sampul UN di Empat Kecamatan di Kota Ambon, yakni Kecamatan Sirimau, Nusaniwe, Teluk Ambon Baguala dan Kecamatan Leitimur Selatan (Leisel).

Wakil Walikota Ambon, Olivia Latuconsina diberi kehormatan untuk membuka sampul di SD Negeri 2 Ambon di Kawasan Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau, Sekretaris di Kota Ambon, HJ Huliselan di Kecamatan Laitimur yakni di SD Negeri Kilang, SD Inpres 52 Lawena Desa Leahari Kecamatan Leisel dan SD Amaory Desa Passo Kecamatan TA Baguala, sementara Kepala Bagian Humas dan Protokoler, HM Sopacua mewakili Walikota Ambon diberi kehormatan membuka sampul di SD Tawiri Ambon, dimana di sekolah terdapat 171 siswa yang mengikuti UN yang terdiri dari SD Negeri 5, 6, 12 dan 13 Ambon.

Sekretaris Kota Ambon berharap kepada peserta UN agar tidak mempercayai soal-soal yang diedarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sebab dua tahun lalu di kecamatan Leisel saat pelaksanaan UN untuk tingkat SMP beredar kunci jawaban dan siswa yang mengikuti UN pada saat itu mempercayainya sehingga saat diumumkan pengumuman kelulusan tak satupun peserta yang dinayatakan lulus karena terbiai dengan kunci jawaban yang diedarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Dikatakan, pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada masalah pendidikan, dimana wajib belajar 12 tahun di Kota Ambon untuk 2009 akan terlaksana secara gratis.

Kabag Humas Pemkot, HM Sopacua kepada para peserta UN di SD Tawiri Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon mengajak para peserta untuk bersikap tenang dalam mengisi jawaban.

Untuk tidak membuang waktu kata, Sopacua maka soal-soal yang dianggap mudah, dikerjakan lebih dahulu.

Sopacua juga meminta kepada para pengawas agar memperhatikan cara pengisian nama dan nomor peserta agar dapat diisi dengan baik.

Dari 171 peserta yang terdapar di SD Tawiri terdapat dua orang yang tidak mengikuti UN yakni satu orang dari SDN 12 dan SDN 13.

Kepada Siwalima di SD Tawiri Ambon, Kepala Sekolah SDN 12 Ambon, Ny. C Saleky mengungkapkan siswanya yang diketahui bernama Abdul Rahman Nasrudin, dibawa orang tuanya ke Buton Provinsi Sulawesi Tenggara tanpa pemberitahuan kepada pihak sekolah.

Dikatakan, Nasarudin di bawa ke Buton, karena rumahnya yang terdapat di kawasan Pasar Lama Kota Ambon yang digusur beberapa waktu lalu. (S-26)

 

 



Berita Terkait