Pemerintahan ›› Wagub Sesalkan Pernyataan Latupati Tolak Transmigasi Nyatakan Sikap Tolak Transmigrasi Luar Maluku

Wagub Sesalkan Pernyataan Latupati Tolak Transmigasi


Ambon - Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Said Assagaff menyesalkan pernya­taan Latupati Maluku yang menolak masuknya para transmigran dari luar yang ditempatkan di Maluku.

“Saya menyesalkan sikap Latupati yang menolak transmigran, memang­nya kita ini ingin membuat negara terkotak-kotak, Ini NKRI dan warga Indonesia berhak untuk tinggal di wilayah NKRI,” tandas Assagaff kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (19/7).

Dikatakan, jika orang Maluku bisa tinggal di mana saja, kenapa warga Maluku sendiri merasa keberatan jika ada orang luar yang berdomisili di wilayah ini. “Saya minta ditinjau lagi pernyataan penolakan itu, mestinya disadari bahwa penempatan para transmigran itu untuk membantu pemerintah daerah dalam upaya pemberdayaan baik bagi masyarakat yang ada maupun terhadap sumber daya alam yang belum dikelola,” katanya.

Dirinya mencontohkan penempat­an para transmigran untuk pengelo­laan sawah dan itu ditempatkan di pulau-pulau yang besar seperti Pulau Seram dan Pulau Buru bukan seba­liknya menempatkan mereka di pulau yang kecil atau sesuka hati.

“Kita akan mempertanyakan hal ini kepada para Latupati agar mereka mengkaji lagi, saya sesalkan pernya­taan seperti itu,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Majelis Latupatti Maluku menyatakan kesiap­an menolak masuknya para transmi­gran dari luar yang akan ditempatkan di Maluku. Penegasan ini disampaikan Ketua Latupatti Maluku, Bonifaxius Silooy kepada wartawan di Ambon, Senin (16/7).

Menurutnya, kondisi dan wilayah Maluku dengan daratan yang ada sangat kecil dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, sehingga ti­dak cocok untuk ditempatkan trans­migran.

“Maluku ini daratan kecil. Kita menolak masuknya transmigran dari luar Maluku. Kalau trans lokal oke tetapi kalau di luar Maluku kami tolak,” tandas Silooy.

Saat ini katanya, pemerintah harus melihat kondisi dan realitas yang terjadi. Apalagi bencana terjadi di mana-mana mengakibatkan sejumlah lokasi di Kota Ambon harus mendapat perhatian.

“Mereka-mereka inilah yang harus diperhatikan untuk diberikan tempat yang lebih layak. Banyak yang tinggal di lereng-lereng gunung yang rawan. Ini harus di prioritaskan oleh pemerintah,” ujarnya.

Terhadap persoalan ini, Silooy menandaskan, Latupatti Maluku akan menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Gubernur Maluku untuk memikirkan kedepan terhadap penerimaan para transmigran dari luar Maluku.

“Kami akan menyampaikan kepada pemerintah provinsi dalam hal ini gu­bernur untuk dapat mempertim­bang­kan hal tersebut dengan melihat kon­di­si dan realita di Maluku. Kami ber­ha­rap masuknya transmigran jangan dija­dikan sebagai proyek untuk meng­untungkan oknum tertentu, semen­tara masyarakat dinomorduakan," tukas Silooy. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon