Daerah ›› Walikota Ajak Warga Kalesang Ambon Hari Ini Kota Ambon Berusia 438 Tahun

Walikota Ajak Warga Kalesang Ambon

Ambon - Tak terasa hari ini Sabtu (7/9), Kota Ambon berusia ke-438. Peringatan HUT kota ini akan dipusatkan di Lapangan Merdeka, Ambon dengan sorotan tema ‘Manggurebe Kalesang Ambon’.

Pada tahun 1575, saat dibangunnya Benteng Portugis di Pantai Honipopu, yang disebut Benteng Kota Laha atau Ferangi, kelompok-kelompok masyarakat kemudian mendiami sekitar benteng. Kelompok-kelompok masyarakat tersebut kemudian dikenal dengan nama soa Ema, Soa Kilang, Soa Silale, Hative, Urimessing dan sebagainya.

Kelompok-kelompok masyarakat inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Ambon. Dalam perkembangannya, kelompok-kelompok masyarakat tersebut telah berkembang menjadi masyarakat Ginekologis territorial yang teratur. Karena itu, tahun 1575 dikenal sebagai tahun lahirnya Kota Ambon.

Pada tanggal 7 September 1921, masyarakat Kota Ambon diberi hak yang sama dengan pemerintah kolonial, sebagai manifestasi hasil perjuangan Rakyat Indonesia asal Maluku. Momentum ini merupakan salah satu momentum kekalahan politis dari bangsa penjajah dan merupakan awal mulanya warga Kota Ambon memainkan peranannya di dalam pemerintahan seirama dengan politik penjajah pada masa itu, serta menjadi modal bagi Rakyat Kota Ambon dalam menentukan masa depannya. Karena itu, tanggal 7 September ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Kota Ambon.

Kini di usiayang ke-438 ini, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengharapkan seluruh warga untuk bersama-sama bergandeng tangan Manggurebe Kalesang Ambon untuk membangun Ambon.

“Membangun Ambon harus dilakukan dari sudut pandang masing-masing pribadi diantaranya menjaga keamanan, menjaga ketertiban, menjaga kebersihan dan lainnya yang bertalian dengan kehidupan bermasyarakat sehingga Ambon ini tetap manis dipandang orang, bahkan Ambon tetap menjadi kota yang memiliki kekuatan untuk pembangunan,” jelas Louhenapessy, kepada sejumlah wartawan di Balai Kota, Jumat (6/9).

Peringatan HUT Kota Ambon ke-438 juga akan dihadiri oleh kurang lebih 21 walikota sebagai tamu kehormatan serta tamu kehormatan lainnya.

Walikota menjelaskan, dalam rangkaian HUT Kota Ambon tahun ini, panitia telah bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah maupun lembaga swasta yang ditujukan pada pembentukan karakter warga secara pribadi.

“Di awal rangkaian kegiatan waktu telah dilakukan seminar pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) oleh Dinas Koperasi Kota Ambon,” jelasnya.

Selanjutnya pada Selasa (3/9) digelar aksi pembersihan Teluk Ambon dan lingkungan yang melibatkan sekitar 70 ribu warga Kota Ambon sehingga pemkot mencetak rekor MURI.

“Kita juga menggelar kegiatan keagamaan doa dzikir yang berlangsung Kamis (5/9) di Islamic Center,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, juga telah digelar workshop pelayanan publik serta dialog interaktif tentang penyakit kanker yang disampaikan tim dokter dari Singapura.

“Dialog interaktif ini terkait penanganan kanker dini oleh dokter spesialis kanker dari Singapura yang dilanjutkan dengan konsultasi secara tertutup bagi masyarakat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpatti bersama-sama dengan para dokter yang ada di jajaran Pemkot Ambon,” kata Louhenapessy.

Puncak dari seluruh kegiatan tersebut dalam rangka HUT Kota Ambon ke-438, dilakukan kegiatan HUT Kota pada tanggal 7 September.

“Sesungguhnya perayaan HUT kota kali ini tidak kami rayakan dalam kemewahan, tetapi lebih banyak bersifat kegiatan sosial bagi kepentingan masyarakat,” ujar Louhenapessy.

Usai perayaan HUT, menurutnya, akan digelar seminar bersama Fakultas Perikanan Unpatti yang membahas Teluk Ambon. “Di penghujung kegiatan peringatan HUT Kota Ambon ke-438 akan digelar syukuran yang akan dipimpin oleh Pendeta Yonathan Pattiasina dengan melibatkan ribuan umat Kristen Protestan dan Katolik yang ada di kota ini,” ungkapnya.

Jangan Hanya Slogan

Seiring waktu, tanpa terasa kita sebagai warga kota ambon telah dianugerahi suatu kehidupan bermasyarakat dan berpemerintahan dalam usia ke 438. Semakin tua usia kota ini ternyata belum berbanding lurus dnegan kemajuan pembangunan dan kematangan masyarakat.

Hal ini menunjukan kota ini banyak mengalami pasang surut, suka duka maju mundur dalam gerak laju pembangunan yang sering diakibatkan bencana alam, konflik social, perubahan system pemerintahan dan dinamika masyarakat.

“Seiring dengan itu faktor yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah komitmet penegakan hukum dan pemerintahan,” tandas Ketua DPRD Kota Ambon Reinhard Toumahuw dalam sambutannya ketika membuka Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon memperingati HUT Kota Ambon ke 438 di Baileo Rakyat Karang Panjang, Jumat (6/9)

Sidang Paripurda Istimewa DPRD Kota Ambon juga dihadiri oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Wakil Walikota MAS Latuconsina dan pimpinan SKPD.

Toumahuw mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemkot diantaranya terkait dengan penegakan hukum, penataan lingkungan dalam dimensi perkotaan dan mengendalian tugas fungsi aparatur Negara.

“Hanya dengan kerjasama dan bersama-sama antar kompenen pemerintah sebagai aparatur Negara Republik Indonesia dengan satu tujuan yang berorientasi pada kepentingan keamanan, kenyamanan, dan kesejatraan masyarakat,” kata Toumahuw.    

Pembangunan Kota Ambon secara berkelanjutan yang kini menjadi tanggung jawab walikota beserta jajarannya bersama DPRD sebagai representasi rakyat, menurutnya haruslah direncanakan secara matang dalam rancangan pembangunan.

“HUT Kota Ambon ke 438 yang mengusung tema “Manggurebe Kalesang Ambon” tidak hanya menjadi slogan HUT semata, namun mampu dibuktikan dalam gerak pelaksanaan pembangunan untuk kelesang ambon menata perekonomian rakyat, peduli kesehatan dan pendidikan rakyat.  Jadi Kalesang Ambon tidak hanya berorientasi pada lingkungan hidup semata namun masyarakat yang harus diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab pemerintah dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat,” jelasnya. (S-24/Mg-1)



Berita Terkait


Ambon