Politik ›› Walikota Tual Optimis SETIA akan Menang

Walikota Tual Optimis SETIA akan Menang

Tual - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff-Zeth Sahuburua diya­kini akan menang di Kota Tual sekaligus memenangkan Pemili­han Kepala Daerah (Pilkada) Maluku hanya dalam satu puta­ran pemilihan.

Optimisme ini diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tual, MM Tamher saat temu pen­dukung pasangan berjuluk SETIA yang berlangsung di Desa Dullah, Tual, Kamis (9/3).

Tamher yang juga Walikota Tual mengatakan pasangan SETIA merupakan pasangan serasi untuk memimpin Provinsi Maluku periode lima tahun kedepan karena meru­pakan perpaduan antara birokrat yang handal dan politisi ulung.

“Pasangan SETIA merupakan pasangan yang serasi untuk memimpin Maluku lima tahun kedepan. Saya yakin warga Kota Tual akan memenangkan pasangan SETIA pada Pilkada Maluku dan pasangan MM Tamher-Adam Rahayaan (MUTIARA) pada Pilkada Kota Tual hanya dalam satu putaran pemilihan,” kata Tamher yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Tual.

Menurutnya, warga Kota Tual akan objektif dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2013-2018 dan pilihan itu pasti diberikan kepada pasangan SETIA.

“Jika SETIA menang pastia akan ada pemekaran wilayah di kawasan Maluku Tenggara Raya bahkan mungkin juga kita bisa mekar menjadi satu provinsi tersendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, calon Gubernur Maluku Said Assagaff juga yakin pasangan SETIA akan meraih kemenangan mutlak Pilkada Maluku di Kota Tual, begitu juga pasangan MUTIARA pada Pilkada Kota Tual yang akan berlangsung bersamaan pada 11 Juni 2013.

“Selama awan putih masih menggantung, selama laut Banda masih biru. Selama padi masih menguning. Selama daun-daun masih hijau. Saya yakin kita semua pasti SETIA terhadap MUTIARA. SETIA dan MUTIARA akan memenangkan Pilkada Maluku maupun Pilkada Kota Tual yang akan berlangsung bersamaan pada 11 Juni 2013,” tandasnya.

Dikatakan, pasangan SETIA merasa memperoleh anugerah yang besar setelah dikukuhkan sebagai anak adat oleh Raja Tual Husein Tamher dan Kapitan Dullah M Saleh Rengur.

“Ini pemberian yang besar. Kami dianggap sebagai pemimpin bagi masyarakat disini. Olehnya itu tanggung jawab pasangan SETIA kedepan jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yaitu mensejahterakan rakyat di Tual dan Maluku Tenggara maupun seluruh masyarakat Maluku,” katanya.

Assagaff yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Provinsi Maluku menjelaskan salah satu tujuan pembangunan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dari tujuan nasional tersebut maka kita buat visi dan misi pasagan SETIA yaitu memantapkan pembangunan Maluku yang sejahtera, rukuun, religius dan berkualitas dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Wakil Gubernur Maluku periode 2008-2013 ini, pasangan SETIA berkeinginan untuk menekan angka pengangguran di provinsi ini hingga dibawah 10 persen.

“Yang kita inginkan kedepan jika kita memimpin daerah ini yaitu angka pengangguran sudah harus kita tekan dibawah 10 persen. Saat ini angka pengangguran 21,78 persen. Kita harus tekan dibawah 10 persen dalam waktu lima tahun mendatang. Olehnya berbagai lapangan kerja akan kita buka,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, beberapa tahun lalu dirinya sempat bertemu dengan pengusaha dari luar negeri yang memprediksi wilayah Maluku Tenggara Raya kaya akan potensi alam yang jika dikembangkan akan menjadi daerah yang sangat maju.

“Beberapa tahun lalu, saya bertemu dengan pengusaha dari luar negeri. Mereka katakana kepada saya bahwa wilayah Maluku Tenggara Raya kaya akan potensi alam yang jika dikembangkan akan menjadi daerah yang sangat maju. Mereka punya data yang lengkap sesuai hasil interpretasi foto utara. Olehnya itu kita harus siapkan generasi muda kita yang berkualitas. Anak-anak Maluku tidak boleh putus sekolah sebelum tamat SMA. Bahkan jika perlu semua harus menempuh pendidikan strata satu.

Terkait dengan keinginan pemekaran wilayah, Assagaff mengatakan, pemekaran wilayah dapat dilakukan asalah bertujuan untuk mensejahterakan rakyat.

“Pemekaran wilayah itu bisa dilakukan jika bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Karena itu walikota maupun para bupati di wilayah ini harus kumpul dengan tokoh-tokoh adat. Survei yang benar untuk menentukan ibukota wilayah. Jangan ada konflik hanya karena rencana pemekaran,” katanya.

Senada dengan Assagaff, calon Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan, dalam perjalanan dari Kota Tual menuju Desa Dullah, ia melihat ada keinginan masyarakat yag suci untuk mendukung pemimpinnya lima tahun mendatang.

“Saya dari jauh telah melihat kuning yang luar biasa. Itu pertanda padi yang sedang menguning untuk meghasilkan sesuatu. Saya juga melihatwarna hijau yang artinya kesuburan. saya juga melihat warna putih yang artinya kesucian. Itu pertanda awal perjuangan ini adalah awal yang suci,” katanya.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku ini, masalah tenaga kerja, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan akan menjadi fokus pasangan SETIA jika dipercayakan rakyat memimpin Provinsi Maluku.

“Bumi Maluku ini luar biasa tetapi rakyat kita masih miskin sehingga itu tergantung pada kemampuan orang untuk memimpin. Saya dengan Pak Bib merupakan kombinasi birokrat dan politisi. Mudah-mudahan kita akan berhasil di waktu-waktu mendatang.  Mudah-mudahan dengan berkat Tuhan kita akan melakukan yang terbaik bagi provinsi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Maluku, Syaid Mudzakir Assagaff menegaskan kader maupun simpatisan PKS siap untuk memenangkan pasangan SETIA pada Pilkada Maluku maupun pasangan MUTIARA melanjutkan kepemimpnan di Kota Tual.

“Kami siap bekerja dengan seluruh potensi dan aset yang kami punyai untuk memenangkan pasangan SETIA pada Pilkada Maluku maupun pasangan MUTIARA melanjutkan kepemimpnan di Kota Tual,’ tandasnya.

Dikatakan, PKS menginginkan Provinsi Maluku kedepan menjadi lebih baik dari yang telah dicapai selama ini. “Kita ingin menjadikan Provinsi Maluku kedepan lebih baik lagi dari saat oni sehingga kita terus bekerja untuk memenangkan pasangan SETIA pada Pilkada Maluku hanya dalam satu putaran pemilihan,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi  Maluku, Syarif Hadler. Mantan Wakil Walikota Ambon ini mengatakan, figur pasangan SETIA bukan hanya milik ketujuh parpol pengusung dan pendukung tetapi milik seluruh rakyat Maluku

“Saya mengajak seluruh masyarakat Dullah maupun masyarakat di wilayah Maluku Tenggara Raya, marilah kita bersatu rapatkan barisan. Kokohkan tekad kita agar pada 11 Juni 2013 mendatang, kita akan memangkan pasangan SETIA pada Pilkada Maluku dan melanjutkan kepemimpinan pasangan MUTIARA di Kota Tual,” tandasnya.

Acara yang dihadiri oleh ribuan pendukung pasangan SETIA tersebut diawali dengan prosesi pengikuhan adat yang dipimpin oleh Kapitan Dullah M Saleh Rengur dan Raja Ohoitahit Husein Renguryaan.

Hadir juga dalam acara temu pendukung tersebut diantaranya Ketua Pengarah Tim Pemenangan Pasangan SETIA M Saleh Latuconsina, Korwil Maluku DPP PKS AK Renwarin, Wakil Walikota Tual Adam Rahayaan, Ketua DPRD Kota Tual M Waremra dan Ketua DPC PPP Kota Tual Noval Karim. (S-12)



Berita Terkait


Ambon