Politik ›› Warga Tagih Janji Anggota DPRD Terpilih Demokrat

Warga Tagih Janji Anggota DPRD Terpilih Demokrat

Ambon - Sejumlah warga di Kelurahan Benteng dan Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe menagih janji Yusuf Latumeten, anggota DPRD Kota Ambon terpilih asal partai Demokrat (PD), yang saat kampanye menjanjikan jika dirinya terpilih menjadi anggota maka akan membangun rumah bagi warga di kedua daerah tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Agus Siahaya, salah satu tokoh masyarakat yang dipercayakan oleh warga di kedua daerah tersebut untuk menyikapi hal tersebut.

"Ini terjadi permasalahan yang timbul di masyarakat akibat janjinya terhadap masyarakat dimana saat kampanye pemilu legislatif lalu dia (Latumeten-red) menjanjikan akan membangun rumah bagi warga," ungkapnya kepada wartawan Selasa (23/6), di Ambon.

Sejumlah 15 warga di RT 004/07 dan RT 001/07 Gunung Nona Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe menagih janji tersebut. Hal ini tertuang dalam surat tertanggal 12 Juni yang ditandatangani oleh dua Ketua RT tersebut yang disertai dengan lembaran biodata 15 warga tersebut.

Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Kota Ambon yang isinya menagih janji Latumeten yang disampaikan saat dilakukan pertemuan dengan warga, dimana dikatakan jika warga memenangkan dirinya dalam pemilu legislatif nanti maka akan diberikan rumah tinggal.

Tagihan terhadap janji Latumeten juga disampaikan oleh warga Dusun Tupa Desa Latuhalat. Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DPC PD Kota Ambon dan ditandatangani oleh ketua Dusun Tupa W Latumeten, dikatakan Yusuf Latumeten saat berkampanye penyampaian visi-misi menjanjikan setelah jika warga memberikan suara kepada dirinya dan terpilih menjadi anggota DPRD Kota Ambon maka partai Demokrat akan memberikan 114 rumah tinggal kepada warga di Dusun Tupa tersebut.

Bahkan warga telah dimintakan fotokopi KTP dan lain-lain untuk pengurusan rumah-rumah tersebut di Jakarta.

Siahaya mengatakan, jika tidak ditanggulangi dikhawatirkan bisa merusak citra Partai Demokrat terutama jelang pelaksanaan pemilihan presiden nanti.

"Apalagi melihat kebijakan SBY sebagai pembina Partai Demokrat dalam setiap kampanye tidak pernah menjanjikan sesuatu. Ini timbul permasalahan di masyarakat dan akan bisa berakibat terhadap kredibilitas partai Demokrat secara keseluruhan karena siapa yang mau bertanggung jawab terhadap 114 rumah yang dijanjikan kepada masyarakat," kata Siahaya yang juga sebagai salah staf pengajar di Politeknik Negeri Ambon ini. (S-28)



Berita Terkait