Ambon - Wakil Walikota (wawali) Ambon, MAS Latuconsina meninjau kawasan AY Patty yang ditetapkan sebagai Pilot Project tertib parkir.
Tinjauan Wawali ke kawasan AY Patty, Selasa (21/2) pukul 13.30 WIT yang didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ambon Demy Paais dan sejumlah pejabat dari Dinas Perhubungan Kota Ambon.
Tinjauan itu juga dimanfaatkan oleh Wawali untuk memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat terkait dengan kebijakan pemkot yang menjadikan kawasan AY Patty sebagai kawasan bebas becak serta kawasan tertib lalui lintas di mana kendaraan roda dua dilarang untuk parkir di jalan AY Patty.
Dalam tinjauan ini, Wawali menemukan banyak kendaraan roda dua yang masih parkir di Jalan AY Patty sehingga Wawali langsung memberikan pemahaman kepada warga tentang adanya kebijakan pemkot terkait tertib lalu lintas dan tertib perparkiran yang merupakan salah satu dari lima kebijakan prioritas pemkot dalam rangka membangun, menata dan membenahi Kota Ambon.
Wawali kepada wartawan di sela-sela tinjauan tersebut mengungkapkan, kawasan AY Patty dijadikan sebagai pilot project tertib lalu lintas dan perparkiran yang merupakan program prioritas pemkot dalam menata dan membenahi transportasi dan menata perparkiran.
“Dalam menerapkan lima program pemkot salah satunya adalah tertib transportasi dan perparkiran dan kita mulai di kawasan AY Patty yang menjadi pilot project tertib perparkiran. AY Patty ini hanya kendaraan roda empat yang bisa parkir dan kendaraan roda dua kita alihkan untuk parkir di lorong-lorong atau gang-gang,” ujar Wawali.
Dikatakan, sosialisasi atas kebijakan tersebut akan terus dilakukan dalam membuka paradigma masyarakat sehingga program tersebut dapat diterima. Wawali juga meminta kepada masyarakat untuk turut mendukung kebijakan pemkot terkait dengan tertib transportasi dan perparkiran ini.
“Kita harapkan agar masyarakat dapat meresposn kebijakan pemkot soal tertib transportasi dan perparkiran. Ambon ini bisa tertib jika semua warga sadar dan ini akan kita terus dorong dengan memberikan sosialisasi, himbauan dan pendekatan persuasif,” tandasnya. (S-26)