Kriminal ›› WNA Ditemukan Tewas di Perairan Kei

WNA Ditemukan Tewas di Perairan Kei


Ambon - Aung Ko Win alias Tin Ko Win (25) warna negara asing (WNA) berkebangsaan Myan­mar, ditemukan tewas mem­busuk terdampar di pesisir pantai perbatasan perairan Desa Hoko dan Desa Tamngil Nuhuyaan, Kecamatan Kei Besar bagian Selatan, Kabu­paten Maluku Tenggara Rabu (9/1).

Saat ditemukan, jasad kor­ban sudah mulai membusuk de­ngan sekujur tubuh dipe­nuhi pasir. Informasi yang dihimpun Siwalima dari  kepolisian, Kamis (10/1), menyebutkan,  mayat berjenis kelamin laki-laki yang diketahui  pertama kali  oleh Dadi Rahakbauw pada Rabu (9/1) sekitar pukul 07.30 WIT.

Saat itu, Dadi tengah dalam perjalanan melintasi perairan dari Desa Hako menggunakan speed poat menuju Desa Tamangil Nuhuyanat, sontak kaget saat melihat sesosok mayat yang dilihatnya sekitar 50 meter dalam posisi tengkurap di pesisir pantai yang biasa disebut WE.

Melihat sesosok mayat yang terlihat dalam kondisi tengkurap di atas pesisir pantai WE , membuat saksi Dani tetap melanjutkan perjalanannya menuju Desa Tamangil Nuhuyanat dan memberitahukan kepada beberapa warga Desa mengenai sosok mayat yang dilihatnya itu.

Dadi ditemani tiga warga Desa Tamangil Nuhuyanat, bergerak menuju ke pantai WE. Sesampainya di tempat pantai WE saksi bersama beberapa warga Desa Tamangil Nuhuyanat, kaget melihat sesosok mayat lelaki yang telah membengkak dan mulai membusuk.

Melihat adanya sosok mayat yang mulai membusuk warga sekitar kemudian memberitahui informasi tersebut ke pihak Polsek Kei Besar. Mendapati laporan dari warga mengenai temuan mayat yang di Pantai WE, sekitar pukul 09.00 WIT, pihak Polsek Kei Besar yang  tiba di tempat kejadian perkara, kemudian meminta warga untuk bersama-sama tim medis mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Sathean yang dikawal oleh anggota Polsek Kei Besar bersama Personil Mapolres Malra.

Sementara itu, informasi lain juga menyebutkan, selain itu informasi dari pasangan suami istri, Brenda Jamlean (37) dan Abu Jamlean (49)  warga Desa Sathean, Kecamatan Kei Kecil, dalam keteranganya kepada pihak penyidik Satreskrim Mapolres Malra, mengakui mayat laki-laki yang ditemukan warga Kei Besar Selatan di pantai WE, merupakan salah seorang penjaga bagan milik mereka yang sedang dicari mereka lantaran menghilang selama 7 hari.

Kapolres Malra, AKBP Indra Fadhillah Siregar menyampaikan korban sebelum berpamitan  dari kedua majikannya, pada Jumat (4/1) sekitar pukul 19.00 WIT  untuk berangkat menuju ke Bagan (penangkaran ikan) di perairan Desa Sathean.

Namun hingga keesokan harinya korban tidak kembali ke rumah, membuat majikan korban beserta warga Sathean pergi mencari korban di lokasi bagan, namun tidak kunjung menemukan keberadaan korban.

Korban yang dicari selama tujuh hari oleh majikannya bersama warga Desa Sathean, namun tidak kunjung juga menemukan keberadaan korban. Kapolres juga menyampaikan korban tidak memiliki visa serta nomor paspord. Korban dulu  merupakan anak buah kapal (ABK) dari salah satu kapal ikan asal Myanmar. Sebelum meninggal korban sudah melaporkan dirinya ke Imigrasi Kota Tual serta korban menunggu hasil dari Imigrasi untuk dipulangkan ke Myanmar. Korban dulunya beragama Hindu namun sekarang korban sudah berpindah keyakinan ke agama Islam.  (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon