Kamis, 24 Juli 2014

Jumat, 21 Agustus 2009
Dirjen Kesbangpol : Wawasan Nusantara Mulai Dikesampingkan

Ambon - Direktorat Jenderal (Dirjen) Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri (Depdagri), Ahmad Tanribali Lamo menilai, saat ini wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional cendrung dikesampingkan.

Menurutnya, akibat mengesampingkan wawasan nusantara sehingga menumbuhkan gejala fanatisme dikalangan masyarakat.

"Sangat disayangkan saat ini wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional cenderung dikesampingkan dan akibatnya menumbuhkan gejala fanatisme sempit dikalangan masyarakat," kata Lamo dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bela Negara Dirjen Kesbangpol Depdagri, Lamuddin AR saat Pendidikan Dan Latihan Kesadaran Bela Negara untuk Pramuka di Kota Ambon yang merupakan kerjasama Dirjen Kesbangpol Depdagri dengan Yayasan Sauwa Sejahtera (Yastra) di Aula Hotel Tirta Kencana Ambon, Jumat (21/8).

Dijelaskan, fanatisme sempit masyarakat tersebut dilatar belakangi oleh aspek kedaerahan, kesukuan, etnisitas maupun keagamaan.

"Semua itu bermuara pada penurunan kesadaran kebangsaan kita serta semangat persatuan dan kesatuan, kecintaan, dan kebanggaan terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," jelas Lamo.

Menurutnya, bela negara merupakan kewajiban dasar manusia yang merupakan kehormatan bagi setiap warga negara Indonesia yang harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan rela berkorban dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara yang diwujudkan dalam sikap dan prilaku yang dijiwai dengan kecintaanya kepada NKRI, Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Ditambahkan, guna membangkitkan kembali wasawasan kebangsaan, maka kegiatan pendidikan dan pelatihan bela Negara yang berkisar pada persatuan dan kesatuan yang penguatannya pada wawasan kebangsaan dan cinta tanah air sangat tepat. (S-26)


Berita Terkait :