Senin, 10 Desember 2018

Rabu, 30 Desember 2009
Warga Ullath Se-Dunia Rayakan Natal

Ambon - Ribuan masyarakat Negeri Ullath, kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah Selasa (29/12) berbondong-bondong kembali ke Kampung halaman mereka, guna merayakan Natal bersama.

Masyarakat Ullath yang hadir bukan saja berasal dari Provinsi Maluku namun juga dari wilayah lain di Indonesia bahkan dari luar Indonesia pun turut hadir.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam sambutannya pada perayaan Natal Ullath sedunia tersebut mengatakan, setiap merayakan Natal maka setiap kali pula kita dituntut untuk memberlakukan kehidupan yang sejati dan berdamai sejahtera. "Kehidupan sejati adalah suatu kehidupan yang diajarkan Yesus untuk saling mengasihi, supaya kita dapat hidup menjadi berkat bagi banyak orang," katanya.

Menurutnya, acara kumpul anak cucu Beilohy Amalatu merupakan momentum bangkitnya suatu proses pemberadaban sipil yang progresif, di dalam lajunya pertumbuhan dan perubahan sejarah kebudayaan masyarakat dewasa ini.

"Momentum ini berada secara eksistensial didalam proses sejarah orang-orang Ullath dan Kecamatan Saparua secara umum," ungkapnya.

Dijelaskan, jika meresapi kembali makna kumpul anak cucu ini, khususnya dalam konteks adatis kita, maka negeri ini hanya dapat dibangun jika semua elemen adat dan sosial yang ikut mendiaminya dapat berfungsi secara baik pula.

Ralahalu menambahkan, Saparua harus diperhatikan dan dikembangkan secara khusus, sebab Saparua merupakan situs sejarah pertemuan Indonesia dengan bangsa-bangsa asing.

"Sejarah Indonesia ada karena Eropa pernah mengincar cengkeh dan pala di Pulau Saparua sehingga negeri ini adalah situs peradaban Indonesia yang harus digalakan kembali di semua sektor. (S-21)


Berita Terkait :