Senin, 24 Nopember 2014

Rabu, 03 Pebruari 2010
Diduga PT AKFI Pekerjakan Karyawan Asing Illegal

Dobo - Diduga selama ini PT Arabikatama Khatulistiwa Fishing Industri (AKFI) yang berlokasi di Pulau Penambulai, Desa Warabal, Kecamatan Aru Tengah Timur, Kabupaten Kepulauan Aru mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) illegal.

Dugaan tersebut terungkap setelah terjadinya musibah tenggelamnya speedboat Dolphin yang mengangkut 26 karyawan PT AKFI yang berkebangsaan China.

Berdasarkan data Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) di Mapolda Maluku maupun Surat Tanda Melapor (STM) di Mapolres Aru Red), ternyata WNA yang terdaftar hanya 12 orang sehingga 14 orang sisanya merupakan karyawan illegal.

Informasi yang diperoleh Siwalima menyebutkan para karyawan illegal tersebut bisa bebas masuk ke Indonesia hingga tiba dan bekerja di Dobo karena dibantu pihak-pihak tertentu, apalagi dalam speedboat yang ditumpang oleh pekerja asal China tersebut terdapat dua anggota polisi yaitu Iptu Edwin Situmorang (Kaur Reskrim Polres Aru) dan Bripda Fadil Badarudin (anggota Kesatuan Polisi Pengamanan Pelabuhan Polres Maluku Tenggara).

Wakapolres Kepulauan Aru, Kompol Bony Sirait kepada wartawan di Dobo, Senin (1/2) membantah keberadaan Iptu Edwin Situmorang dalam speedboat tersebut guna mengawal para tenaga kerja asal China tersebut.

"Itu sama sekali tidak benar karena keberangkatan Situmorang adalah izin cuti untuk nikah," ungkapnya.

Penumpang speedboat Dolphin yang berkebangsaan China yaitu Sadam, Rudy, Chen Oiushui, Lin Yang Chun, Chen Dejin, Feng Lu, Hu Huayi, Yang Zelun, Zai Rong, Chen Liang Wei, Zha Ojia Hui, Lui Zai Chun, Luo De Yun, Yan Chong, Luo Ren Zhong, Zhong You, Chang Gui, Wu Yue Sen, Yang Chang Hua, Zhao Jia Jun, Wu Jia Wang, Wu Xao Dong, Shi Laing Ye, Ke Kaishen, Wu Ting Yao, Jhao Peng Fei. (S-25)


Berita Terkait :