Notice: Use of undefined constant _AKSES - assumed '_AKSES' in /home/siwalim/public_html/show.php on line 6

Notice: Undefined offset: 1 in /home/siwalim/public_html/show.php on line 10

Notice: Undefined index: content in /home/siwalim/public_html/show.php on line 48
Listrik Padam, Warga Masohi Serbu Kantor PLN
Kamis, 18 Juli 2019

Selasa, 23 Pebruari 2010
Listrik Padam, Warga Masohi Serbu Kantor PLN

Masohi - Ratusan warga yang mendiami kawasan Rumah Rakyat, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Senin (22/2) menyerbu kantor PT PLN (Persero) Ranting Masohi.

Penyerbuan tersebut dilakukan akibat pemadaman listrik yang tidak beraturan bahkan tanpa ada pemberitahuan.

Pantauan Siwalima, ratusan warga tersebut telah menyerbu kantor PLN sejak pukul 18.00 Wit. Kendati demikian, warga tidak berhasil menemui pimpinan PT PLN (Persero) Ranting Masohi, namun hanya bertemu seorang petugas jaga malam.

"Lampu di kawasan Rumah Rakyat dari kemarin hingga sekarang padam. Kalaupun pasokan listrik normal itu hanya beberapa saat dan kemudian padam lagi," teriak sejumlah warga saat mendatangi kantor PT PLN (Persero) Ranting Masohi.

Menurut mereka, jika terjadi pemadaman bergilir maka hal tersebut harus diberitahukan sehingga warga dapat mengetahuinya.

"Pemadaman dilakukan sesuka hati PLN sehingga banyak peralatan elektronik yang rusak," ungkapnya.

Ratusan warga tersebut juga mempersoalkan adanya praktek penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PLN yang dijual oleh tiga orang pegawai PT PLN (Persero) Ranting Masohi.

Aksi ketiga pegawai tersebut berhasil diketahui warga, setelah salah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang becak dipanggil untuk membawa BBM tersebut dari kantor PT PLN (Persero) Ranting Masohi ke salah satu pedagang pengecer.

Warga yang menjadi saksi tersebut mengaku ketiga pegawai tersebut telah mengemas BBM kedalam enam buah jerigen berukuran 50 liter.

"Mereka membawa kabur BBM tersebut melewati pagar belakang kantor PT PLN (Persero) Ranting Masohi saat tengah malam dan mereka menyuruh saya membawa BBM tersebut ke salah satu pedagang pengecer di kawasan Kampung Tengah-Kota Masohi," jelas saksi tersebut yang enggan namanya dikorankan kepada wartawan di Masohi, Senin (22/2).

Ratusan warga tersebut menduga jajaran PT PLN (Persero) Ranting Masohi sengaja melakukan pemadaman listrik dan menghentikan aktivitas mesin pembangkit sehingga jatah BBM milik PLN dapat dijual ke pedagang pengecer dan hasilnya dinikmati oleh para pegawai.

Gelar Sidang

Sementara dijadwalkan, hari ini, Selasa (23/2) Pengadilan Negeri (PN) Ambon menggelar sidang perdana gugatan yang diajukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Fakultas Hukum (FH) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon terhadap PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara.

"Besok (hari ini-red), sidang gugatan LBH FH Unpatti terhadap PLN digelar,'" jelas Panitera Sekretaris (Pansek) PN Ambon, Munawir Kossa kepada Siwalima di ruang kerjanya, Senin (22/2).

Menurutnya, agenda persidangan ini telah ditetapkan karena majelis hakim yang menangani perkara ini telah ditunjuk.

"Majelis hakim yang akan tersebut terdiri dari Agustinus Silalahi selaku hakim ketua yang akan didampingi oleh dua hakim anggota masing-masing Susilo Utomo dan Agam Syarief, sementara panitera penggantinya Caterina Garing," ungkapnya.

Dikatakan, setelah proses pesidangan berlangsung maka akan dilihat hasilnya seperti apa dan jika ada mediasi maka akan ditunjuk hakim mediasi.

"Kita akan lihat perkembangan seperti apa. Apakah akan dimediasi ataukah tidak. Jika dimediasi pasti akan tunjuk hakim mediasinya nanti,' ujarnya.

Untuk diketahui, LBH FH Unpatti Ambon resmi menggugat PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara di Pengadilan Negeri(PN) Ambon, Rabu (10/2).

Gugatan terkait krisis listrik yang terjadi di Kota Ambon tersebut tercatat dalam daftar gugataan nomor 16/PDT.G/2010/PN Ambon.

Gugatan ini didaftarkan mewakili empat orang ketua RT di Kota Ambon yang mengatasnamakan masyarakat Maluku, yaitu Ketua RT 004/006 Kelurahan Kudamati Kecamatan Nusaniwe E Saija; Ketua RT 002 Galala Hative Kecil Kecamatan Sirimau Christofel Tomasoa; Ketua RT 30/06 Desa Passo Kecamatan Teluk Ambon Baguala Feri Jamlean dan Ketua RT 003/05 Desa Rumah Tiga kecamatan Teluk Ambon A Kesaulya.

Bakal Duduki Kantor PLN

Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ambon akan menduduki kantor PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara di awal bulan Maret mendatang, karena perusahaan tersebut telah membohongi masyarakat Maluku.

"Prinsipnya, kami akan tetap berkomitmen dengan janji PLN jika di awal bulan Maret mendatang pasokan listrik akan kembali normal namun jika janji itu tidak terbukti maka kami akan menduduki kantor PLN dan memboikot seluruh aktivitas perkantoran PLN," tandas Sekretaris DPD KNPI Kota Ambon, Rajab Tatuhey kepada Siwalima, di Ambon, Senin (22/2).

Tatuhey mengaku tidak memahami kemauan dari PLN sehingga masyarakat yang harus menjadi korban.

"Janji-janji yang telah disampaikan pimpinan PLN selama ini masih menjadi sebuah pegangan yang sangat berarti bagi masyarakat di daerah ini, apalagi dengan kondisi daerah yang krisis listrik. Jadi kami minta agar PLN transparan sebenarnya kendala apa yang sementara terjadi sehingga pemadaman terus dilakukan dan masyarakat yang menjadi korbannya. Kami minta agar ada itikad baik dari PLN untuk menyelesaikan masalah ini," ungkapnya.

Dikatakan, saat ini Posko Pengaduan Krisis Listrik yang dibuka oleh DPD KNPI Kota Ambon telah menerima sekitar 100 pengaduan yang dilayangkan oleh masyarakat berupa lisan maupun tulisan.

"Pengaduan dari masyarakat yang disampaikan ke Posko Pengaduan Krisis Listrik ini telah kami kumpulkan dan saat ini, kami sementara membentuk tim hukum atas pengaduan tersebut dan dalam waktu dekat ini juga akan mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri (PN) Ambon," katanya. (S-24/S-27/S-16)


Berita Terkait :